Tapsel Sukses Jual 6 Kapal

SIPIROK; PT Tapanuli Selatan Membangun (TSM) yang merupakan perseroan daerah di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tapsel, telah berhasil membuat kapal laut. Bahkan, kapal yang telah dibuat dan dijualnya hingga saat ini sebanyak enam unit.

“Enam kapal telah kita buat dan jual. Harga per unitnya berkisar Rp500 juta hingga Rp1 miliar,” kata Jogi Martua Huta Suhut, pimpinan PT TSM kepada METRO, Minggu (2/5).

Dijelaskan Jogi, keenam kapal tersebut dibuat berdasarkan pesanan dari berbagai Pemkab dan Pemko di Sumut, bahkan di Pulau Jawa. “Kita membuat dan menjual 1 kapal untuk Pemkab Madina, 1 unit kapal untuk Dinas Perikanan Tapsel, 2 unit untuk Pemko Sibolga, 2 untuk Kabupaten Pangandaran di Pulau Jawa,” ungkapnya.

Diutarakan Jogi, sejak tahun 2006, PT TSM sudah mulai mengembangkan produk berbahan dasar fiber glass berupa bak mandi, meubiler, sepeda air, perosotan dan lainnya. Selanjutnya secara perlahan dan pasti industri yang dikelola sepenuhnya oleh tenaga-tenaga ahli dan terampil dari Tapsel tersebut membuat suatu terobosan baru ke bidang teknologi perkapalan. Ini merupakan salah satu program pembangunan yang diterapkan Ongku P Hasibuan dalam upaya peningkatan perekonomian warga dan daerah dari tradisional menuju ekonomi modern berbasis agraris dan kreativitas.

Ditambahkannya, proses pembuatan kapal dimulai dengan rancang bangun melalui komputerisasi, tahap pengerjaan dengan pembuatan cetakan bodi bagian atas dan bawah kapal, laminasi, penggabungan, pemasangan lantai, mesin, kabel listrik, radar, lalu uji coba. Seluruhnya harus dengan teliti. Pembuatannya tidaklah sesederhana seperti pembuatan kapal kayu.

“Pembuatan kapal yang terbuat dari fiber glass harus terlebih dulu dihitung berdasarkan teori keseimbangan dan stabilitas kekuatan. Jangan terjadi kesalahan walaupun sedikit saja, karena bisa berpengaruh pada saat berlayar. Utamanya pada saat melaju dengan kecepatan tinggi,” kata lulusan ITS Surabaya ini.

Baca Juga :  cctv Pembobolan Bank BRI Unit Sisingamangaraja Padangsidimpuan

Sementara itu Bupati Tapsel Ongku P Hasibuan kepada METRO beberapa waktu lalu mengatakan, pada dasarnya PT TSM sudah lama berdiri, jauh sebelum dirinya diberi amanah oleh warga memimpin dan menakhodai pembangunan di Tapsel. Namun kegiatan TSM itu, katanya, perkembangannya kurang maksimal dan tidak mendatangkan pemasukan terhadap daerah.

“TSM sebetulnya sudah lama berdiri, sebelum saya menjabat. Tapi tak berkembang, karena kegiatannya hanya menyewakan alat berat PU kepada para kontraktor serta berdagang sapi. Dan hasil yang didapatkan pun tidak ada bahkan minus. Tiap tahun disubsidi, karyawannyapun PNS semua,” ungkapnya.

“Tapi setelah kita menjabat, karyawan ditawarkan pilih PNS kembali Pemkab, pilih TSM berarti keluar dari PNS. Alhasil semua memilih kembali ke Pemkab. Maka sejak saat itu dengan sisa dana yang ada, kita rekrut direksi dari luar dengan memberi kewenangan untuk menyusun organisasi dan merekrut karyawan,” tambahnya..

Diutarakan Ongku, setelah kewenangan menangani dan mengelelola manajemen TSM sepenuhnya diberikan pada direksi dari swasta (luar PNS), kemudian diberi tantangan untuk membuat produk-produk berbasis tekhnologi tepat guna. Maka, mulailah TSM memproduksi bangku sekolah, seluncuran, bak mandi, tangki air, toilet yang kesemuanya berbahan dasar fiber glass.

“Kemudian terbuka kesempatan untuk membuat perahu dari bahan fiber glass yang dibuat dan dijual di sekitar Rianiate (wilayah Kecamatan Muara Batang Toru). Dan sejak itulah kita gagas memproduksi kapal, dengan menjajaki pasar, mempelajari tekhnologi. Desain kapalpun dibuat, dan mulailah memproduksi kapal perdana yang dipesan Kabupaten Madina dengan kapsitas 2 engine dengan kecepatan 40 knot,” ucapnya.

Baca Juga :  Plt. Bupati Tinjau Panen Padi Siganteng

Disebutkanya, kapal tersebut diproduksi dengan lancar. Kemudian dibuat yang kedua dan merupakan pesanan dari Dinas Perikanan Tapsel. “Selanjutnya kapal-kapal lain diproduksi secara berkesinambungan sesuai pesanan seperti Sibolga baru-baru ini,” bebernya lagi.

Informasi yang dihimpun dan pantauan METRO, keberhasilan PT TSM ini salah satu torehan sejarah sekaligus bukti nyata keberhasilan Pemkab yang dipimpin Bupati Ongku P Hasibuan dalam menerapkan teknologi dan kreativitas di Tapsel.

Terobosan TSM memproduksi dan memasarkan kapal laut hasil karya sendiri yang workshopnya berada di Dusun Silangge, Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok tersebut, merupakan suatu capaian prestasi yang maksimal meski terletak di wilayah pegunungan, atau berada di sekitar 800-1.000 meter di atas permukaan laut. Kapal-kapal yang sudah selesai dibuat, diangkut dengan menggunakan truk besar. (ran)

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/Tapsel_Sukses_Jual_6_Kapal

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Alahamdulillah TAPSEL bisa membuat kapal. namun buatnya berada jauh diatas 800-1.000 meter dari permukaan laut. jadinya bingung, walaupun sudah laku namun biaya penganggkutannya juga tidak sedikit. tapi tidak apalah, mudah2an dijadikannya Silangge jadi tempat produksi bukan karena tidak ada lagi lokasi produksi kapal di dekat laut. kedepan akan ada pabrik garam di gunung sibual-buali………..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*