Taufik Kecewa dengan Generasi Tunggal Putra

JAKARTA, Kompas.com – Juara Olimpiade Athena 2004, Taufik Hidayat, menilai bahwa generasi pemain bulu tangkis untuk tunggal putra masih sangat kurang. Karena itu, perlu pembinaan yang lebih baik dari Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

“Saya sangat kecewa, generasi kurang dan jauh banget,” kata Taufik saat jumpa pers usai pertandingan final Axiata Cup di Stadion Tennis Indoor Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (15/4/12) sore.

Pada laga kedua final Axiata Cup yang dimenangkan oleh Indonesia Garuda, Taufik mengalahkan juniornya Shesar Hiren Rustavitho atau Vitho dua game langsung 21-14, 21-15. Taufik menggenapi kemenangan Indonesia Garuda 5-1 atas Indonesia Rajawali.

Menurut Taufik, permainan Vitho saat berhadapan dengannya tampak belum lepas, begitu pula mentalnya yang dinilainya masih kurang berani.

“Saya juga bertanya, kok begini. Apakah ini yang terbaik setelah Hayom?” ujar pemain peringkat 12 dunia itu.

Taufik mengaku bahwa kritiknya ini demi memotivasi para juniornya agar lebih siap dalam menghadapi pertandingan, terutama saat berhadapan dengan pemain dari negara lain yang lebih kuat.

“Saya hanya memotivasi mereka. Mereka harus siap, mental harus lebih berani,” tambahnya.

Sedangkan untuk para pemain di partai ganda putra, bapak dua anak itu berpendapat model karakter pemainnya lebih banyak dan lebih baik ketimbang partai tunggal.

“Saya melihat di (partai) ganda banyak modelnya, ibarat baju banyak pilihan,” katanya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  83 Kades Terpilih Tapsel Dilantik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*