TB. Silalahi; ”Harus Ada Semangat Persaudaraan dan Keikhlasan di Tano Batak”

Terlalu banyak potensi sumber daya di ‘Tano Batak’ yang hingga saat ini belum disentuh atau terabaikan, bahkan dirusak. Kondisi ini harus diperhatikan secara serius. Saat ini ‘Tano Batak’ memerlukan pejuang  yang mau berbuat dengan hati yang dipenuhi cinta kasih dan perdamaian.

Tiopan Bernard Silalahi (TB Silalahi) merupakan satu dari sekian tokoh Batak yang begitu peduli akan kampung halaman. Dalam wawancara khusus dengan BATAKPOS di Jakarta, Rabu (21/7), mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara era Suharto ini mengaku sangat prihatin dengan kondisi riil yang dialami masyarakat ‘Tano Batak’,  yakni kemiskinan. Padahal, dengan semangat persaudaraan dan keikhlasan, ‘Tano Batak’ dapat keluar dari peta kemiskinan mengingat sudah makin banyaknya tokoh Batak yang berpotensi untuk menggalang pembangunan di daerah asalnya.

“Namun harus diingat, lakukanlah dengan hati. Dan pembangunan haruslah untuk mensejahterakan, mempedulikan, dan memberdayakan rakyat,” kata TB Silalahi.

Terkait visi membangun yang disampaikannya, TB Silalahi menegaskan kalau hal itu adalah mutlak. Seperti yang telah dilakukannya dengan membangun SMA Sopo Surung, 18 tahun lalu. Ketika itu dia berharap jebolan sekolahnya ini dapat menjadi generasi penerus ’Tano Batak’ yang tangguh, yang akhirnya dapat membangun kampung halamannya.

”Dulu orang berpikir return-nya sekitar 25 tahun. Tapi ternyata, baru 18 tahun ini, sudah banyak alumni SMA Sopo Surung yang berhasil dan mereka juga banyak berkarya di bonapasogit,” lanjutnya.

Menurutnya, keberhasilan itu telah membuahkan kebanggaan tersendiri dalam dirinya, namun bukan untuk kesombongan. Setidaknya, memacu semangatnya untuk berbuat yang lebih banyak lagi demi kampung halamannya, Tano Batak.

Baca Juga :  Seputar Sebutan Batak dari Musafir Eropa - Keturunan Raja SM Raja Minta Per tanggung jawaban Ichwan Azhari

Satu hal yang juga dia soroti adalah semangat kebersamaan. Padahal, filosofi Batak Dalihan na Tolu menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan perdamaian. “Yang saya maksudkan di sini, kalau mau maju harus bersatu. Jangan memikirkan diri sendiri. Kita berbuat untuk rakyat.”

Secara khusus TB Silalahi prihatin dengan kondisi Danau Toba. Padahal, Danau Toba adalah potensi wisata yang luar biasa di Tano Batak. Dia berharap, penyelenggaraan Pesta Danau Toba yang menurut rencana digelar pertengahan Agustus ini dapat dijadikan momentum untuk mengembalikan citra wisata Danau Toba hingga ke manca negara.

Dituturkannya, suatu ketika dia bersama rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambangi Huta Ginjang. TB Silalahi merasa sangat tersanjung dengan kekaguman yang dilontarkan kepala negara ketika itu. “Pak SBY bilang, this the most beautiful country.”

Tapi, lanjutnya, seketika itu pula hatinya menjadi miris saat presiden bertanya mengapa hutan di wilayah itu (Sumut) gundul. Namun, justru itu menjadi pelecutnya untuk segera menindaklanjuti ke Menteri Keuangan. “Saya diberikan berkat oleh Tuhan sehingga saya memiliki jaringan dan akses. Saya bersyukur bisa menjadi saluran berkat. Dan Menteri Kehutanan sudah mengatakan akan membangun pusat pembibitan yang besar dan modern untuk mengcover semua permasalahan (hutan gundul) ini,” tandasnya.

TB Silalahi yakin ’Tano Batak’ dapat  menghasilkan income yang luar biasa dari pariwisata. Dia berjanji akan menerapkan pengalamannya di beberapa tempat untuk memajukan pariwisata ‘Tano Batak’. Potensi yang ada saat ini adalah Danau Toba dan wilayah di sekitarnya, serta seni, dan budaya Batak.

Baca Juga :  Bepe: Saya Takkan Mundur dari Timnas

“Kita harus bisa mengemas seni dan budaya Batak itu menjadi obyek wisata yang menarik. Tentu harus dikemas sedemikian rupa agar menarik. Seperti upacara pemakaman raja-raja di Tana Toraja, bagaimana turis mancanegara dilibatkan dalam ritual itu. Tapi tak bisa begitu saja tanpa perencanaan. Dari mana turis itu bisa datang? Tentu dengan promosi dan publikasi secara terus menerus. Kita juga harus kerjasama dengan perwakilan kita di luar negeri,” jelasnya.

Sumber; http://batakpos-online.com/content/view/15729/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Boss, semangat persaudaraan di tano batak telah tergerus dengan nafsu-2 kotor . PILKUAT eh PILKODE, eh maaf maksud saya PILKADA adalah salah satu yg paling dominan yg merusak persaudaraan itu. suka atau tidak suka, percaya atau tidak percaya tapi ini kenyataan boss !

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*