TDL Bagi 2,22 Juta Pelanggan Di Sumut Tidak Naik

Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Tarif Dasar Listrik (TDL) naik 6-20 persen kepada pelanggan di atas 900 VA yang diberlakukan 1 Juli 2010, sedangkan pelanggan 450-900 VA tidak mengalami kenaikan.

“Jadi di Sumut sebanyak 2,22 juta pelanggan 450 VA-900 VA tidak ikut mengalami kenaikan TDL, jumlahnya cukup besar dibanding pelanggan yang mengalami kenaikan TDL,” tegas Ir Denny Pranoto, General Manager (GM) PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara kepada wartawan di Medan Senin (12/7) malam.

Saat itu dia didampingi para manajer dan Deputi Manajer Komunikasi & Bina Lingkungan Raidir Sigalingging, SE serta Kepala Cabang PLN Medan Wahyu.Denny memaparkan total pelanggan di Sumut sebanyak 2,48 juta terdiri dari golongan 450 VA-900 VA (sosial, rumah tangga, bisnis, industri dan bangunan pemerintah 2,22 juta pelanggan (89,7 persen) tidak mengalami  kenaikan TDL. Golongan di atas 900 VA sebanyak 226.000 (10,3 persen) dan kelompok inilah yang mengalami kenaikan TDL.

Menurut dia, penyesuaian TDL diatur dalam Peraturan Menteri ESDM nomor 07 tahun 2010 tanggal30Juni 2010 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT PLN.

TDL baru ini mulai berlaku untukpemakaian listrik bulan Juli 2010. Penetapan TDL 2010 ini telah mendapat persetujuan DPR dalam Rapat Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Komisi VII DPR RI pada 15 Juni 2010.

Penyesuaian TDL, kata Denny, merupakan langkah untuk mengendalikan besaran subsidi listrik yang harus disediakan oleh negara seperti telah ditetapkan pada UU nomor 2 tahun 2010 tentang APBN Perubahan sebagai perubahan dari UU nomor 47 tahun 2009.

Baca Juga :  12 Kabupaten/Kota Akan Meriahkan Festival Danau Toba

Denny menambahkan dalam TDL 2010 ini, tidak ada perubahan golongan tarif, tetap terdiri dari 37 golongan tarif. Sedangkan kenikan TDL untuk pelanggan di atas 900 VA setip golongn tarif berkisar 6-20 persen dengan rincian kenaikan rata-rata untuk  sosial 10 persen, rumah tangga 18 persen, bisnis 16 persen, industri 6-12 persen,bangunan pemerintah 15-18 persen dan traksi, curah serta layanan khusus naik rata-rata 9-20 persen.

Dengan diberlakukannya TDL 2010 tidak ada perubahan golongan tarif, maka kebijakan pengendalian bebn puncak (Daymax Plus) tidak diberlakukan lagi sejak 1 Juli 2010. Selain itu, kebijakan pengenaan tarif Multiguna yang selama ini dianggap diskriminatif terhadap pelanggan baru, dicabut dan dikembalikan kepada tarif sesuai TDL 2010.

“Kenaikan TDL ini akan menambah pemasukan sekira Rp80 miiar,” katanya.Dalam hal adanya permintaan pelanggan industri dan bisnis yang memerlukan layanan khusus dan tingkat keandalan tertentu, PLN dapat melayani dengan skema business to business. Namun pelaksanaannya harus seijin dan dikoordinasikan PLN Kantor Pusat.

Pada TDL 2010 ini, katanya, juga ditetapkan tarif listrik untuk Pra Bayar yang besarnya sama dengan taif listrik Pasca Bayar. “Dengan demikian terdapat tarif pasca bayar (reguler) dan tarif pra bayar,” katanya.

Selain mengatur tentang tarif listrik, Peraturan Menteri ESDM itu juga menetapkan biaya-biaya lain yakni biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh), biaya penyambungan tenaga listrik, uang jaminan langanan,biaya keterlambtan pemabayaran dan tagihan susulan ayas penertiban pemakaian listrik tidak sah.

Dalam peraturan Menteri ESDM juga ditegaskan bahwa PLN harus meningkatkan peayanan dengan ditetapkannya beberapa indiktor tingkat mutu pelayanan antara lain lamagangguan, jumlah gangguan dan atau kesalahan baca meter. Apabila tingkat mutu pelayanan tersebut tidak terpenuhi maka PLN wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada konsumen yang bersangkutan.

Baca Juga :  Keluarga 10 Mahasiswi Hilang Korban NII Datangi Polda Sumut

“Kenaikan TDL ini memberikan sinyal yang baikbagi calon investor kelistrikan untuk berinvestasi di Indonesia dan memberikan sinyal positip  bagi pelanggan untuk berhemat,” jelas dia.

Menyinggung biaya keterlambatan, Denny mengatakan tarifnya juga ikut mengalami kenaikan untuk golongan tertentu yang sudah diberlakukan mulai 21 Agustus 2010 atau tagihan Juli 2010.

Biaya keterlambatan tarif 450 VA, 900 VA sebesar Rp3.000 (tidak berubah). Namun untuk 1300 VA sebelumnya Rp3.000 menjadi Rp5.000. Begitu pula golongan 2.200 VA sebelumnya Rp3.000 menjadi Rp10.000. Sedangkan tarif 3500 VA-5.500 VA sebelumnya Rp25.000 menjadi Rp50.000. Golongan 6.600-14.000 VA sebesar 3 persen dari tagihan rekening listrik atau minimum Rp75.000. Golongan di atas 14.000 VA sebesar 3 persen dari tagihan rekening listrik atau minimum Rp100.000.

Sumber: http://beritasore.com/2010/07/13/tdl-bagi-222-juta-pelanggan-di-sumut-tidak-naik/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*