Tekan Inflasi, Bulog Sumut Operasi Pasar Bawang Merah

MEDAN–Perum Bulog Divisi Regional Sumatra Utara bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah Sumut mulai hari ini (23/6/2015)  menggelar operasi pasar bawang merah di beberapa pasar tradisional untuk mengendalikan inflasi jelang Lebaran.

Adapun, titik pertama yang menjadi tujuan operasi pasar yakni Pasar Petisah. Bulog Sumut membandrol harga bawang merah Rp25.000 per kg, di bawah harga pasar yang masih cukup tinggi pada kisaran Rp30.000-Rp32.000.

Kepala Bulog Sumut Fasika Khaerul Zaman menuturkan, pada tahap awal, pihaknya dan TPID Sumut sepakat untuk menggelontorkan seluruh stok bawang merah yang ada di gudang yakni 3 ton.

“Dari total 3 ton bawang merah, sebanyak 1 ton kami alokasikan untuk operasi pasar di Medan, sementara sisanya sudah kami distribusikan kepada Bulog di seluruh sub divre di Sumut seperti Pematang Siantar, Padang Sidempuan, Sibolga, Gunung Sitoli dan Kisaran,” kata Fasika, di sela-sela operasi pasar, Selasa (23/6/2015).

Lebih lanjut, dia menyebutkan, Bulog Sumut akan terus membeli bawang merah lokal asal Kabupaten Karo. Per hari, Bulog akan menyediakan 200 kg bawang merah per pasar. Beberapa pasar yang menjadi tujuan selain Petisah yakni, Pusat Pasar, Sukaramai, Aksara, dan Brayan.

Selain di pasar tradisional, Bulog Sumut juga akan berkeliling menggunakan mobil menjual berbagai komoditas yakni beras, cabai merah, dan bawang merah.

“Kami seperti biasa akan berkeliling di SKPD. Kami perkirakan stk untuk operasi pasar akan habis pada minggu ini juga. Minggu depan, pertengahan, stok akan datang kembali 1,5 ton masih dari Karo,” tambah Fasika.

Baca Juga :  Evakuasi Casa 212 - Inilah Nama Korban CASA 212-200

Dia menjelaskan, saat ini Bulog Sumut mempelajari cara penyimpanan bawang merah di gudang dari Brebes. Adapun, saat ini penyimpanan bawang merah di gudang Bulog bisa bertahan 2-3 bulan.

Operasi pasar, kata Fasika, hanya merupakan salah satu opsi untuk meredam inflasi pada bulan ini. Kendati demikian, untuk jangka panjang, Bulog Sumut dan TPID Sumut telah bekerja sama menerapkan Kalender Pangan. Adapun, program ini ditujukan untuk mengetahui kapan dan di mana terdapat panen. Beberapa komoditas yang dipantau yakni beras, cabai merah, dan bawang merah.

“Yang paling tinggi kenaikan harganya pada bulan ini ya cabai merah dan bawang merah. Tapi kami juga perlu mewaspadai beras. Kenaikannya memang tidak tinggi, tapi andilnya besar dalam inflasi bulanan. Kenaikan harga beras juga bisa memicu komoditas lain naik harganya,” kata Fasika.


Kabar24.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*