Tekologi Terkini Mampu Gantikan Retina Mata Dengan Microchip

KBRN, Jakarta : Perkembangan teknologi dunia kini semakin radikal. Bahkan, organ tubuh manusia yang sangat kompleks dapat digantikan dengan sebuah teknologi.

Para ilmuwan telah menemukan sebuah sistem yang dapat memperbaiki bahkan mengganti retina pada mata manusia. Bukan hanya digunakan untuk melihat, alat ini ternyata lebih canggih daripada yang dibayangkan.

Sistem ini disebut dengan ‘Bionic Eye’ (Mata Bionik). Perangkat ini menggabungkan sebuah kacamata yang dilengkapi dengan kamera, serta ditanamkan sebuah retina buatan yang canggih.

Pada alat ini, kamera yang disematkan menggunakan sebuah microchip untuk memproses apa yang ditangkap. Kemudian secara nirkabel microchip ini mengirimkan data pada retina buatan yang memiliki 60 elektroda di dalamnya. Elektroda ini yang memberi informasi ke dalam saraf manusia dengan memvisualisasikan cahaya, gerakan dan bentuk.

“Memungkinkan pasien untuk melihat spektrum visual dengan menggunakan perangkat yang berbeda. Kami juga dapat memberikan pengelihatan secara teleskopik (jarak jauh),” kata Brian Mech, Vice President Bussiness Development Second Sight, perusahaan yang bergerak dalam pengembangan Bionic Eye.

Menurutnya, mata bionik dapat melihat seluruh spektrum elektromagnetik yang mencakup penglihatan inframerah, sensor panas bahkan dapat mendeteksi kandungan gas-gas tertentu.

Bahkan bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan mata bionik ini dapat memiliki penglihatan X-Ray yang dapat digunakan dalam dunia militer atau penglihatan microscopic untuk melihat jutaan mikroba dalam penelitian ilmiah.

Baca Juga :  Kisah William Tanuwijaya Bos Tokopedia, Susahnya Berbisnis

Saat ini mata manusia hanya dapat melihat sekitar 1 persen dari spektrum cahaya yang ada di dunia. Dalam beberapa dekade ke depan, besar kemungkinan pengembangan mata bionik ini akan dapat menggantikan mata biologis manusia

/rri.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*