Tender Aek Latong Harus Profesional

P.SIDIMPUAN – Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M Pasaribu, berharap proses tender konstruksi alternatif Jalinsum Aek Latong, Kec. Sipirok, dilaksanakan secara ketat dan profesional.

“Informasi yang saya peroleh, tendernya sudah tahap penawaran. Saya harap tidak ada masalah seperti sebelumnya. Semoga alternatif ini lebih baik dari jalan yang sekarang,” kata Syahrul di Padangsidimpuan.

Dijelaskan, beberapa hari lalu dia bersama anggota Komisi C DPR-RI Ir Ali Wongso, memperoleh informasi proses konstruksi jalur alternatif Aek Latong sudah tahap penawaran.

Informasi itu diperolehnya dari Dirjen Bina Marga Kementerian PU saat mengikuti Rakernas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Cq Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, di Jakarta.

Anggaran pembangunan alternatif jalan negara Aek Latong Rp 65 milliar, dengan sistem penganggaran multi years atau sesuai kemampuan anggaran tahun berjalan.

Panjang jalur alternatif itu 2,9 kilometer dan berfungsi sebagai pengalihan jalan rusak sepanjang 1,1 Km di Aek Latong. Sebelum konstruksi alternatif selesai dilaksanakan, untuk sementara jalan yang lama tetap difungsikan dan ditangani dengan pemeliharaan rutin.

Selama ini, kata Syahrul, Pemkab Tapsel bersama Pemkab Madina, Paluta, Palas, dan Kota Padangsidimpuan, terus berupaya agar pemerintah pusat segera membangun atau mengalihkan jalan negara yang rusak parah di Aek Latong.

“Alhamdulillah upaya kita tersebut sudah mulai menunjukkan hasil, dimana telah ditetapkan anggaran pembangunannya Rp65 miliar dengan sistim penganggaran multi years,” sebut Bupati Tapsel.

Baca Juga :  Facebook “ Gaet “ Pelajar Kota Sidimpuan

Untuk itu, Syahrul mewakili lima  kepala daerah di Tabagsel berharap kepada Departemen PU, Dirjen Bina Marga, dan Balai Jalan Nasional Wilayah I Sumut–Aceh, agar memberi perhatian serius dan prioritas terhadap proses tender dan pembangunan konstruksi alternatif Aek latong.

Diharapkan alternatif Aek Latong ini lebih baik daripada jalur yang sekarang. Dengan kata lain, tidak menimbulkan masalah dalam penanganan masalah.

Sebelum ini Bupati Tapsel telah menyurati Departemen PU dan Balai Jalan Nasional Wilayah I Sumut-Aceh agar segera menyelesaikan masalah jalan negara di Aek Latong. Bupati meminta agar segera dilakukan pembangunan atau pengalihan jalur.

Permintaan itu tertuang dalam surat Bupati Tapsel No.620/5962/2010 tanggal 6 September 2010 perihal Usulan Penanganan Jalan Nasional di Tapsel. No.620/6186/2010 tanggal 20 September 2010 perihal Permohonan Pembangunan Jalan Nasional di Tapsel, dan No. 620/557/2011 tanggal 26 Januari 2011 perihal Susulan Permohonan Jalan Nasional di Kab. Tapsel.

Kemudian, 4 Mei 2011 Bupati Tapsel, Walikota Padangsidimpuan, Bupati Madina, Bupati Paluta, Bupati Palas dan para Ketua DPRD secara bersama-sama mengirimkan surat permohon kepada Menteri PU.

Surat itu permohonan segera agar jalan negara Trans Sumatera Lintas Tengah, khususnya di Desa Aek Latong, mendapat perhatian penanganan khusus, prioritas, dan komprehensif.

“Kita kepala daerah dan pimpinan DPRD se Tabagsel meminta kepada Menteri PU agar pengalokasian anggaran perbaikannya pada APBN Perubahan TA 2011 atau APBN TA 2012,” jelas Syahrul.

Baca Juga :  PT SRL & PT SSL PALAS Kerap Menuai Monflik

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*