Tender Diknas Madina Jadi Sorotan Masyarakat

Proses tender 78 paket proyek bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK ) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal yang seyogianya Rabu (3/11) jadwal pemasukan dan pembukaan penawaran dari perusahaan yang telah mendaftar sesuai keterangan dari panitia ditunda pelaksanaannya sampai Jum’at (5/11) dengan alasan kurang jelas.

Akibat penundaan itu, pulu-han kontraktor yang telah mendaftar dan membuat penawaran yang  telah datang di Sekretariat Panitia di Bagian Pembangunan Setdakab Madina melontarkan berbagai kecaman dan bersumpah serapah disebabkan kontraktor yang telah membuat penawaran merasa di rugikan akibat penundaan itu.

Sorotan masyarakat kontraktor Kabupaten Mandailing Natal itu disampaikan kepada Berita, Rabu (3/11) di halaman Kantor Bagian Pembangunan Setdakab Madina dengan harapan masyarakat agar Pjs Bupati Madina Ir Aspan Sofyan Batubara dapat bertindak demi untuk kepentingan masyarakat dan menyelamatkan uang Negara dari gerogotan oknum-oknum Diknas yang mengambil keuntungan pribadi dari paket proyek di kantor itu.

Kata mereka, penundaan pemasukan penawaran erat kaitannya dengan banyaknya sorotan masyarakat terhadap pelaksanaan tender yang dilakukan oleh panitia yang mana sampai sekarang ini perobahan APBD Tahun 2010 masih di tingkat Badan Anggaran dibicarakan dan juga dimungkinkan banyaknya perusahaan yang akan mengikuti proses tender melakukan tender paid meskipun ada dugaan paket proyek yang ditenderkan yang jumlahnya 78 paket telah ditentukan yang akan menjadi pemenangnya.

Baca Juga :  Bupati Ditahan, Pejabat Mandailing Natal Ramai-ramai ke Jakarta

’Tetapi, itu masih praduga kita, sebab secara jelas oleh panitia tidak ada memberikan penjelasan yang akurat sehingga menimbulkan multitafsir dikalangan kontraktor yang telah mendaftarkan perusahaannya di berbagai paket proyek yang jumlahnya 78 paket proyek,’ ujar seorang kontraktor.

Harapan mereka sudah sewajarnya DPRD Madina melakukan pengawasan dan lebih tepatnya memanggil Kadis dan Panitia ke DPRD untuk dengar pendapat sekitar berbagai persoalan tentang 78 paket proyek di instansi itu, sebab pihak Diknas Madina juga telah melecehkan lembaga DPRD dan kurang memakai etika dalam pelaksanaan tender di instansi itu.

Sedangkan di kalangan kontraktor yang hendak memasukkan penawaran berkembang rumor bahwa 78 paket proyek yang ditenderkan diduga keras telah ditentukan pemenangnya, sebab di kalangan kontraktor ada yang mengaku bahwa beberapa paket sudah miliknya sesuai dengan arahan dari pelaksana DAK Diknas Madina serta ada yang telah membayar sekitar 20 persen dari Pagu anggaran kepada Diknas.

“Dalam kesempatan pemasukan penawaran inilah maunya Kejaksaan, Polisi, Inspektorat dan BPKP, DPRD melakukan pengawasan agar nantinya keluar menjadi pemenang tender sesuai dengan yang diharapkan kontraktor,” ujar puluhan kontraktor di halaman Bagian Pembangunan sebagai Sekretariat Panitia Tender.

Kabag Humas Pemkab Madina yang dikonfirmasi Via Selular mengatakan bahwa proses tender tetap jalan terus dan pihak panitia terus bekerja sesuai jadwal.  “Mereka katanya terus bekerja di sekretariat dan penundaan tidak ada dilakukan dan kami kerja,” ujar Kabag Humas M Taufik Lubis menirukan ucapan panitia.

Baca Juga :  'Massa Seperti Bukan Massa'

Wakil Ketua DPRD Madina Syarifuddin Ansyari Nasution mengaku kesal dengan Diknas Madina yang menunda pemasukan penawaran, untuk apa mereka membuat izin prinsif kalau untuk ditunda-tunda. ÒApalagi kita tau pekerjaan yang tergesa-gesa akan menimbulkan pekerjaan yang tidak baik,Ó kata Nasution. (isk)

Sumber: beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*