Terancam 20 Tahun Penjara, Angie Ajukan Eksepsi

(Antara/m agung rajasa) Terdakwa perkara dugaan korupsi pembahasan anggaran di Kemenpora dan Kemendiknas Anggelina Sondakh atau Angie memasuki ruang sidang sebelum menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/9). Angie dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau, Pasal 11 atau Pasal 5 ayat 2 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Jakarta, (Analisa). Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Angelina Sondakh telah menerima suap dan mantan anggota Banggar dari Fraksi Demokrat itu terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Pihak Angie menyatakan surat dakwaan jaksa kabur dan akan mengajukan eksepsi atau nota keberatan pekan depan.

“Saya serahkan ke kuasa hukum saya yang mulia,” ujar Angie menjawab pertanyaan majelis hakim mengenai tanggapannya soal surat dakwaan dari jaksa, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/9).

Pengacara Angie, Teuku Nasrullah menyatakan pihaknya akan mempelajari surat dakwaan yang dibacakan JPU. Menurutnya, surat dakwaan kabur. “Kami akan ajukan eksepsi, karena selain kabur surat dakwaan jaksa juga banyak salah tulis,” ujarnya.

Angie didakwa dengan jeratan pasal 12 ayat a, pasal 5 ayat 2, dan pasal 11 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Dia didakwa telah menerima uang sebanyak Rp12,58 miliar serta US$2,35 juta dalam kurun waktu Maret 2010 hingga November 2010. Uang tersebut diberikan oleh Permai Grup yang sebelumnya sudah dijanjikan oleh Mindo Rosalina Manulang.

Baca Juga :  Pelantikan Jokowi-JK, Tamu Kenegaraan Hadir Atas Inisiatif Pribadi

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), uang tersebut diberikan dalam rangka penggiringan proyek di sejumlah Universitas di Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).

Tak hanya itu, uang tersebut juga untuk menggiring program pengadaan sarana dan prasarana di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Angie diminta untuk dapat menyesuaikan permintaan harga anggaran dari Permai Grup.

“Ini bertentangan dengan undang-undang penyelenggara negara yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujar JPU Agus Salim.

Diberhentikan Sementara

Sementara itu Badan Kehormatan (BK) DPR resmi menonaktifkan Angie dari keanggotaan DPR. “Karena sudah terdakwa akan segera diberhentikan sementara dari DPR,” kata Ketua BK DPR, M Prakosa, Kamis (6/9).

Angie diberi kesempatan untuk menyelesaikan kasus hukumnya. Angie akan diberhentikan tetap dari DPR jika sudah vonis pengadilan.

“Diberhentikan tetap kalau sudah ada keputusan yang bersifat tetap, yakni keputusan pengadilan,” kata Prakosa.

Namun dimungkinkan Angie mundur di tengah jalan. Atau kemudian FPD DPR menarik Angie dari DPR lebih awal.

Angie saat ini duduk di Kursi Komisi X DPR, komisi yang membidangi pendidikan, kebudayaan dan olahraga. PD sudah menarik Angie dari keanggotaan di Badan Anggaran DPR. (dtc)

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Publik Berduka, DPR Tak Peka

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*