Terancam Dipecat karena Gambar Celana Dalam, Siswa SMA Negeri 1 Panyabungan Selatan Nangis

MADINA– M Alawi Lubis, siswa kelas XI SMA Negeri 1 Panyabungan Selatan terancam dikeluarkan dari sekolah. Penyebabnya, Alawi menggambar celana dalam di papan tulis. Kini, Rahuddin Lubis berharap anaknya tidak dipindahkan dari sekolah.

Menurut Rahuddin Lubis, sepengetahuannya, Alawi anak yang baik dan suka membantu orangtua di kebun atau sawah. Dia rajin ke sekolah dan belum pernah mendapat surat panggilan atas kesalahan anaknya di sekolah.

Namun, dua pekan lalu anaknya mengeluh akan dikeluarkan dari sekolah dengan alasan menggambar celana dalam di papan tulis, beberapa hari lalu. Setelah kejadian itu, Alawi masih tetap berangkat ke sekolah. Lalu, surat panggilan orangtua datang.

“Saya menghadiri undangan dari sekolah. Saya terkejut setelah jumpa kepala sekolah. Katanya anak saya harus dipindahkan dari sekolah karena telah melanggar banyak peraturan,” ujar Rahuddin.

Saat ditanya apa kesalahan anaknya, kata kepala sekolah, sebut Rahuddin, kesalahan-kesalahan anaknya tidak bisa lagi dimaafkan termasuk menggambar celana dalam di ruang belajar.

“Dia (Kasek) bilang kalau anak saya tidak bisa lagi dipertahankan dan harus dikeluarkan dari sekolah, setidaknya dipindahkan. Saya tidak bisa menjawab apa-apa,” sebutnya.

Dilanjutkan Rahuddin, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi agar anak bungsunya bisa tetap di SMAN 1 Panyabungan Selatan. Sebab, untuk pindah ke sekolah lain dia tak memiliki biaya, dan anaknya juga sudah berjanji akan berubah.
“Anak saya sudah menangis minta tolong agar tetap bisa sekolah di SMAN 1 Panyabungan Selatan. Saya tidak tahu harus dengan cara apalagi biar Alawi bisa belajar di sekolah itu,” tambahnya

Baca Juga :  PSSI Masih Tak Akui Status Profesional Evan Dimas

Kepala SMAN 1 Panyabungan Selatan, Suhyar Hasibuan, yang dikonfirmasi METRO mengaku, tidak ada mengeluarkan anak didiknya dari sekolah. Hanya saja ada seorang siswa yang sudah melakukan banyak kesalahan dan memenuhi syarat untuk dikeluarkan.

Dan peraturan itu memang tidak bisa ditawar-tawar lagi, melainkan dengan keputusan rapat dewan guru. “Itu sudah peraturan sekolah. Setiap kesalahan yang dilakukan baik siswa dan guru, ada poinya. Dan ketika poin sudah mencukupi batas maksimal kami akan melakukan tindakan. Nah, Alawi sudah mencukupi untuk dipindahkan,” terangnya.

Saat ditanyai apakah hanya disebabkan Alawi menggambar celana dalam lantas dikeluarkan, Suhyar mengaku, bukan hanya itu kesalahan yang dia lakukan. Alawi sudah sering melakukan kesalahan termasuk lompat pagar sekolah dan kesalahan lainnya.

“Itu mungkin hanya kesalahan terakhir. Secara pribadi saya tidak ada mengeluarkan siswa dari sekolah. Itu adalah hasil rapat dewan guru, dan kepada orangtuanya juga sudah saya beritahukan agar mengurus perpindahan sekolahnya dan kami siap memberikan surat pindahnya. Kita masih menunggu rapat dewan guru selanjutnya, untuk benar-benar mengeluarkan siswa tersebut,” katanya sambil menutup telepon selulernya.(wan)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*