Teras Narang Ancam Mundur dari Gubernur – Jika Pemerintah Pusat Paksakan Pembangunan Rel KA Kalteng-Kaltim

Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang dengan tegas menolak keinginan pemerintah pusat yang menggandeng investor Rusia untuk membangun jalur rel kereta api batubara sepanjang 135 km dari Kalteng-Kaltim. Teras khawatir pembangunan rel kereta api tersebut bakal mengganggu lantaran hutan lindung yang ada di Kalteng bakal rusak.

“Saya tidak setuju itu,” ujar Teras seperti dilansir Kalteng Pos (JPNN Group), Rabu (3/8).

Walau kereta pengangkut batubara dari wilayah Barito ke Sungai Mahakam lebih pendek 25 km, namun Teras menganggap proyek itu akan meninggalkan bencana bagi rakyat Kalteng. Pasalnya, DAS Barito sepanjang 1.100 km akan banjir bandang jika musim hujan.

“Siapa yang menjamin lapisan atas wilayah penyangga air (hutan lindung, Red.) jika habis ditebang? Pengusaha-pengusaha itu hanya mencari untung. Ini sangat berbahaya karena lingkungan akan rusak. Kalteng menolak rencana pemerintah pusat. Kita ingin membangun daerah dulu baru bangun rel kereta api,” katanya.

Karenanya, Teras mengancam akan mengundurkan diri dari jabatannya. Sikap itu diikuti pula oleh Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran. “Perkenankan saya menyampaikan kepada rakyat Kalteng dan pemerintah Pusat. Gubernur dan Wagub Kalteng tidak akan mau dan tidak akan bersedia menyetujui rencana pembuatan rel kereta api tersebut. Jika tetap dilaksanakan, saya bersama Wagub Achmad Diran akan mengundurkan diri dari jabatan,” kata Teras dan Diran.

Baca Juga :  Polisi Sita 165 Senjata Tajam Tujuan Ambon

“Kalau pemerintah pusat memaksa, kami minta rakyat Kalteng legawa dan merelakan saya dan Achmad Diran mengundurkan diri,” imbuhnya.

Teras yakin proyek kereta batubara itu akan merusak hutan lindung yang ada di Murung Raya, tepatnya di Pegunungan Muller-Schwaner. Teras bahkan merasa aneh jika sikapnya itu disikapi dengan pemanggilan Wagub Achmad Diran oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Beruntung saat itu Wagub dengan cerdas menyampaikan bahwa itu tidak bisa dilakukan. Komitmen saya dari tahun 2005, kalau tetap memaksa membangun rel kereta api itu, saya akan mundur. Semua itu komitmen saya kepada rakyat,” katanya.(ink)

JPNN.com
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*