Terjadi distorsi mahasiswa Gema Paluta

www.waspada.co.id

anti omek Terjadi distorsi mahasiswa Gema PalutaGUNUNGTUA – Komitmen Gerakan Mahasiswa Padanglawas Utara (Gema Paluta) terhadap kehidupan sosial masyarakat adalah suatu keharusan.

Namun, keorganisasian mahasiswa ini ternyata harus mendapatkan distorsi politik dari Bupati Padang Lawas Utara, Bachrum Harahap.

“Diduga kuat, Bupati Paluta membuat politik belah bambu memecah kekuatan mahasiswa, khususnya di tubuh Gema Paluta. Hingga terjadinya musyawarah besar luar biasa (Mubeslub) versi sepihak, dari kelompok yang sebelumnya tergabung dalam Gema Paluta,” tutur, Torang Martua Rambe, alumni Gema Paluta, kepada Waspada, tadi malam.

Beberapa alumnus Gema Paluta,  Marwan, Rofii Siregar, dan, Ahmad Riski Harahap melihat polemik yang terjadi mengungkapkan keprihatinannya.

“Gema Padanglawas didirikan induk daripada Gema Paluta sejak dulu berkomitmen untuk terus mengkritisi penguasa agar tidak lari dari cita-cita luhur, yang bertujuan untuk memberi keseimbangan demi keadilan dan pembangunan,” tuturnya.

Atas kondisi tersebut, katanya, mahasiswa harus secepatnya sadar dan bersatu serta tidak perlu berafiliasi dengan penguasa.

Karena diduga kuat ada tujuan tertentu penguasa yang sifatnya dapat merugikan kehidupan demokrasi dan merugikan rakyat sendiri.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*