Terjebak Macet 18 Jam di Aek Latong

Keluhan Sopir : Dingin, Licin, Gelap Ngeri Lah  Pokoknya
SIPIROK- “Kami sudah di sini sejak tadi malam (kemarin, red ) sekitar pukul satu. Dingin, licin, gelap, ngeri lah pokoknya,” gerutu pengendara truk tujuan Brastagi, B Sihombing, di tengah antrean ratusan kendaraan yang terjebak macet di Aek Latong, kemarin.

Ratusan kendaraan yang terjebak macet di Aek Latong.

Hujan yang mengguyur Sipirok Kamis (17/11) siang hingga Jumat (18/11) pagi menyebabkan macet selama 18 jam. Kendaraan terjebak mulai pukul 01.00 dini hari. Baru pukul 18.00 WIB mulai berkurang setelah di tarik satu per satu.

Antrean panjang selama dua pekan terakhir menjadi menu utama di jalur jalan rusak itu. Namun, dari hari ke hari kondisinya bukan semakin membaik justru bertambah buruk.

Pantauan METRO Jumat (18/11) pagi hingga siang, antrean kendaraan berbagai jenis berjejer menunggu giliran ditarik. Permukaan jalan yang kondisinya semakin buruk memang sudah tidak layak lagi untuk dilintasi terutama kenderaan pribadi yang bodinya lebih mulus dan rendah. Pasalnya, lumpur di badan jalan sudah mencapai 30 cm dan sesekali beberapa kenderaan yang melintas mengeluarkan suara benturan akibat bagian bawah kendaraan tersandung batu di dalam Lumpur.

Di samping itu, kerusakan jalan bukan saja dirasakan kenderaan yang hendak menuju Sipirok yang kondisinya menanjak. Kendaraan yang bermaksud menuju Medan pun sebahagian tak bisa lewat dan harus ditarik akibat tebalnya lumpur.
Jadi Tontonan

Baca Juga :  Pasar Sipagimbar Tapsel Butuh Bak Sampah

Beberapa penumpang kendaraan yang terjebak antrean memilih meninggalkan mobil yang ditumpangi dengan berjalan kaki mencari angkutan lain, sebahagian lagi memilih jalan-jalan sambil mencari makanan. Ada juga yang sengaja menyempatkan diri menonton kendaraan yang bersusah payah dengan roda menggasing di atas lumpur.

“Mobil kami ada di belakang. Bosan di dalam mobil maka sebelum bisa menyeberang kami pun berjalan dan melihat-lihat suasana antrean. Asyik juga melihat kendaraan yang berupaya melewati jalanan licin itu,” kata rahman warga Sidimpuan.
Masih Telat

Karena angkutan yang ditumpangi terjebak macet dan jauh di belakang, beberapa anak sekolah terpaksa berlari menelusuri jalannan berlumpur untuk mendapatkan angkutan lain di seberang antrean. Hal ini sudah mereka lakukan setiap hari sejak dua minggu terakhir karena hampir setiap hari terjadi antrean.

“Mobil kami jauh di belakang. Setelah berjalan, kami tak mendapatkan mobil yang bisa membawa kami ke sekolah, tapi kami terus berjalan dengan harapan menghentikan setiap kendaraan yang lewat agar bisa sampai ke Sipirok tapi tak ada yang mau. Kami terus berjalan dan sampai di Sipirok sudah jam 11. Kami pun enggan masuk sekolah, dan memilih bolos, sebagian pulang,” bilang Apriyanto dan Kholib, siswa SMP yang menumpang sepedamotor awak koran ini dari Simpang Desa Paranjulu. (ran)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Narkoba Marak di Madina

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*