Terjun Dari Jembatan Siborang,Duda Tewas

SIDIMPUAN –  “Adong na malumpat, adong na malumpat (ada yang melompat, ada yang melompat),” teriak seorang pengendera sepedamotor saat melintas di Jembatan Siborang, Kota Padangsidimpuan, tadi malam. Mendengar teriakan itu, warga yang berada di sekitar jembatan langsung heboh dan berkumpul di sana.

Ternyata, yang melompat itu adalah M Daulay (41), warga Tanjung Botung Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas). Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Setelah melompat, M Daulay ditemukan warga sudah tidak bernyawa di bawah Jembatan Siborang, Selasa (27/8) sekitar pukul 19.30 WIB.

Informasi dihimpun METRO dari warga sekitar kejadian menyebutkan, sebelum kejadian korban terlihat berdiri di atas jembatan. Posisi korban berada di tengah jembatan sisi kiri dari arah Tugu Salak. Tidak berapa lama, korban langsung terjun ke bawah jembatan.

Menurut warga sekitar bermarga Nasution, semula yang melihat kejadian adalah pengendara sepedamotor yang kebetulan melintas di tempat tersebut. Lalu pengendara yang tidak diketahui identitasnya itu, langsung menyampaikan kepada warga sekitar.

“Adong na malumpat, adong na malumpat (ada yang melompat, ada yang melompat),” begitu teriak pengendara sepedamotor itu, kata Nasution.

Tidak lama kemudian, sambung Nasution, warga berdatangan ke lokasi. Dan, sepasang sandal jepit milik korban masih berada di atas. Selanjutnya, warga menelepon Polres Psp yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi. Berselang kemudian, polisi datang.

Baca Juga :  Perekrutan CPNS Paluta Formasi 2009 Sarat KKN

Lalu, polisi memeriksa korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memotret korban yang berada di batu-batu di pinggir sungai Batang Ayumi. Kemudian, polisi mengangkut  jenazah korban dan membawanya ke instlasi jenazah RSUD Psp.

Di kartu tanda penduduk (KTP), korban tercatat sebagai warga Tanjung Botung Barumun, Palas. Dalam status perkawinan, korban duda karena cerai hidup dengan istrinya. Pekerjaan dalam KTP itu dicatatkan sebagai buruh tani.

Berdasarkan informasi dari salah satu saudara korban di rumah sakit yang enggan namanya ditulis, selama ini korban menetap bersama saudarannya di sekitar jembatan Siborang. Korban sudah beberapa bulan berada di Psp dan bekerja sebagai tukang jaga ayam di salah satu peternakan di Baruas, Psp.

Hingga pukul 21.00 WIB, warga masih memadati jembatan Siborang untuk melihat lokasi kejadian. Begitu juga di RSUD Kota Psp, warga berduyun-duyun ingin melihat kondisi korban. Namun pihak RSUD, tidak mengizinkan warga melihat jenazah korban.

Kapolres Kota Psp AKBP Budi Hariyanto menerangkan, hasil penyelidikan sementara, pihaknya menduga korban bunuh diri dengan cara melompat dari atas jembatan. Korban diketahui masih ada hubungan saudara dengan salah seorang personil di Polres Kota Psp.

“Hasil penyelidikan sementara yang saya terima dari anggota menerangkan bahwa korban bunuh diri dengan cara melompat dari atas jembatan. Dan, masih ada hubungan saudara dengan salah seorang anggota saya di polres kota,” tukasnya. (mag-01). metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Isu Mutasi Resahkan PNS Paluta

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*