Terkait Aksi Perampokan Libatkan Oknum Polisi – Satu Pelaku Sipil Dibekuk

Padangsidimpuan, Usai menahan dua oknum personelnya atas keter­libatan dalam kasus perampokan, Tim Cakra Polres Pa­dangsidimpuan kembali berhasil membekuk seorang pelaku sipil Darli Hendri Harahap (43) dikediamannya Jalan H Tengku Rizal Nurdin Pijor Koling Kota P.Sidim­puan.

Demikian Kapolres Kota Padang­sidimpuan AKBP Mu­hammad Helmi Lubis SIK me­lalui Wakapolres Kom­pol D Pardamean didampingi Kasat Reskrim AKP DB Diriono Sihotang kepada wartawan di Mapolres setem­pat, Rabu (8/10).

Dikatakan, Darli Hendri Harahap alias Hendri (43) profesi LSM Satgas Mafia Hukum ini, dibekuk Selasa (7/10), atas perannya sebagai perantara atau orang yang mengenalkan para pe­laku lainnya dengan dua oknum polisi tersebut.

“Untuk sementara, selain dua ok­num Polres, kami juga sudah menga­mankan satu pelaku sipil yang diduga kuat ikut terlibat dalam aksi pemerasan juga pencurian disertai kekerasan itu, ”ujar Wakapolres.

Lebih lanjut  Wakapolres mengata­kan, kejadian ini terjadi pada Jumat (19/9) lalu  dan baru dilaporkan oleh korban Mara Kali Pakpahan (20) warga Pasaman Sumatera Barat Sabtu (20/9).

Saat itu, Mara Kali disuruh oleh Ba­­ginda Mulya Harahap (pemilik emas) un­tuk me­ngan­tarkan satu potong emas padu seberat 800 gram ke sebuah toko emas di Kota P.Sidimpuan.  Kor­ban yang datang dari Panya­bungan ti­­ba di Kota P.Sidimpuan  sekitar pukul 15.30 WIB dan langsung menuju toko yang dimaksud.

Namun ketika melewati pintu bela­kang toko emas yang berada didekat sim­pang Jalan Rajawali, tiba-tiba kor­ban dicegat dua laki-laki yang kemu­dian menarik korban dan langsung me­no­dong­kan senjata api kearahnya.      Korban yang merasa takut, dengan kon­disi tangan diborgol lalu dibawa kedua pelaku yang belakangan diketa­hui Brip­­tu KAS dan BHH (DPO) kearah Pulau Bauk dengan meng­guna­kan se­peda motor.

Baca Juga :  KUD Serbaguna Diminta Kembalikan Tanah Milik Warga

“Kedua oknum polisi itu kemudian mengambil paksa emas seberat 800 gram, dua HP korban dibawah ancaman senjata api Briptu KAS,” urainya.

Dari keterangan korban juga diketa­hui lanjut Wakapolres, jika bulan Juli sebelumnya, pemilik emas Baginda Mu­­lia Harahap juga pernah diper­la­kukan hal yang sama oleh para pelaku yang saat itu berjumlah lebih dari dua orang.

Saat itu, para pelaku hanya mela­ku­kan pemerasan yang juga disertai de­ngan tindakan pencu­rian. Mereka ber­hasil memeras korban  sebesar Rp 50 juta ditambah beberapa gram emas.

“Jadi kasus ini terungkap setelah laporan yang kedua, dan untuk keter­libatan oknum polisi memang benar dan sudah kami proses, begitu juga dengan para pelaku lainnya,”sebutnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP DB Diriono Sihotang menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih mem­buru para pelaku lainnya, yang diper­kirakan  berjumlah 7 orang.

“Masih ada otak dan aktor lainnya yang masih kita kejar, kalau untuk jumlah keseluruhan pelaku berkisar 7 orang termasuk dua oknum poli­si,”ung­kapnya. Ditambahkan, untuk barang buk­ti yang bisa diamankan yaitu uang hasil kejahatan sebanyak Rp 58,85 juta, buku tabungan, kartu ATM, 2 pucuk senjata api jenis revolver.

“Oknumnya sudah kita tahan, ting­gal menunggu arahan dari pim­pinan bagaimana untuk proses selanjutnya, begitu juga dengan 2 pucuk senjata api juga sudah kita amankan. (hih)

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Tuna Wisma Berkeliaran di Palas

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*