Terkait Dugaan Bagi-bagi Proyek DAK Pendidikan di Tapsel, LPPN-RI Kecam Oknum Anggota DPRD Yang Mendapat Proyek

Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggaraan Negara Republik Indonesia (LPPN-RI) Mustafa Ramadhan Siregar mengecam sejumlah oknum DPRD Kabupaten Tapsel yang diduga kecipratan “kue” proyek DAK bidang pendidikan tahun 2010 di Dinas Pendidikan Kabupaten Tapsel. Hal itu dikatakannya kepada wartawan, Minggu (7/11), menanggapi pemberitaan miring terkait pelaksanaan tender DAK bidang pendidikan tahun 2010 di Dinas Pendidikan Tapsel.

“Pelaksanaan tender pada paket bernilai milyaran rupiah tersebut sarat KKN, karena diduga ada 25 oknum anggota DPRD yang mendapatkan paket proyek DAK di Dinas Pendidikan Tapsel tersebut,” ujarnya.

Dikatakannya, jika hal itu benar maka telah melanggar mekanisme peraturan dan undang-undang tentang pelaksanaan tender proyek yang diatur dalam Keppres No.80 tahun 2003 beserta perubahannya. Pelaksanaan tender DAK bidang pendidikan tahun 2010 tampaknya menjadi ajang “balas jasa” atas suksesi Pemilukada lalu, karena terkesan paket proyek tersebut menjadi “jatah” sejumlah oknum anggota DPRD.

Lebih lanjut dikatakan, lembaganya akan concern untuk mengawasi pelaksanaan pembangunan dan kinerja aparatur, serta akan memantau pelaksanaan tender mulai dari awal proses tender sampai pada pengumuman pemenang 33 paket proyek DAK bidang pendidikan di Dinas Pendidikan Tapsel. “Kita akan awasi terus pelaksanaan proyek ini sampai selesai, karena pengerjaannya cuma 45 hari kalender,” ujarnya. (hariansib.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Sidimpuan, Listrik Sering Padam Waspadai Kebakaran

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*