Terkait Insiden Naga Juang, DPRD Segera Panggil Kapolda Sumut

Wisjnu Amat Sastro Ega1 Terkait Insiden Naga Juang, DPRD Segera Panggil Kapolda SumutMEDAN – DPRD Sumut akan segera memanggil Kapolda Sumut meminta keterangan terkait oknum brimob yang memperlakukan masyarakat Naga Juang dengan tindakan tidak manusiawi karena ditangkap, diborgol, ditelanjangi dada, dipukuli dan dijemur diterik matahari saat warga menggelar unjuk rasa penolakan PT. Sorikmas Mining.

Hal ini disampaikan tiga anggota komisi A DPRD Sumut, Raudin Purba fraksi PKS, Amsal Nasution fraksi PKS, Syamsul Hilal saat menerima puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (DPP IMA Madina) berunjukrasa meminta DPRD Sumut untuk melakukan investigasi lapangan tindak kekerasan di Naga Juang dan melanjutkan kasus tersebut ke komnas HAM.

“Kita akan minta Kapolda Sumut bersifat netral. Jangan seolah-olah polisi melindungi pihak penguasa. Namun, harus bisa membela masyarakat tanpa pilih kasih dan melindungi perusahaan namun tidak berpihak,” kata Raudin Purba, sore ini.

Untuk itu, kita akan segera memanggil pihak keamanan (Kapolda-red) meminta keterangannya terkait peristiwa yang terjadi. Supaya kita ketahui apakah itu peristiwa tersebut termasuk pelanggaran HAM.

Hal yang senada juga dilontarkan, Syamsul Hilal, pihaknya akan memanggil Kapolda Sumut. “Kalau betul pelaku brimob maka kita akan segera memanggil Kapolda Sumut  karena sudah melanggar hukum,” kata Syamsul.

Ditegaskan, kepolisan merupakan pelindung untuk kita dan mereka adalah sahabat kita. Merekat tidak boleh hanya melindungi kapitalisme. Untuk itu, kita minta kepolisian kembali kepada fungsinya untuk melindungi masyarakat. “Brimob harus dikembalikan ke fungsinya untuk melindungi,” katanya.

Baca Juga :  Pembuat, Penjual, Pengguna Mercon Diancam 10 Tahun Penjara

Sementara itu, Amsal Nasution menegaskan kalau DPRD Sumut mendukung perjuangan para pengunjuk rasa. “Pendapat adek-adek sama dengan pendapat DPRD Sumut. Kami sudah merekomendasikan agar PT. Sorikmas Mining ditutup hingga menyelesaikan permasalahanya,” katanya.

Dijelaskan, kalau PT. Sorikmas Mining memiliki permasalahan yang komplek yakni, masalah perizinan tidak tuntas, tidak ada kontribusi yg jelas, tidak ada pembagian saham serta tidak ada pembagian hasil.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*