Terkait Isu Jual Kursi CPNS Merebak – Sejumlah Pelamar Pesimis Menang

Adanya isu jual kursi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang merebak saat ini, ternyata membuat beberapa calon pelamar CPNS di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pesimis untuk menang. Sementara pelamar lainnya mengaku yakin bisa lulus meski tanpa membayar uang.

“Saya pesimis pelamaran CPNS tahun ini murni alias menang tanpa dibayar, mengingat banyaknya isu yang menyatakan untuk menang bagi pelamar S1 (sarjana) harus siap mengeluarkan uang dalam jumlah yang cukup besar atau hingga seratusan juta rupiah. Sedangkan untuk klasifikasi pendidikan diploma harus mengeluarkan uang puluhan juta rupiah,” kata seorang calon pelamar yang mengaku lulusan sarjana, dan tak mau disebutkan namanya, Minggu (21/11).

Diutarakan warga Kelurahan Siabu, Kecamatan Siabu, Madina ini, dirinya sudah lebih lima kali melamar sebagai CPNS di Kabupaten Madina. Menurutnya, soal yang harus dijawab pun rata-rata dia kuasai. Namun, ketika pengumuman dia tidak pernah menang.

“Bahkan tahun lalu saat ujian tepatnya di belakang kursi saya ada seorang pelamar yang banyak minta jawaban, dan dia akui bahwa soal-soalnya sangat sulit. Tapi ketika pengumuman dia lulus, ini juga menjadi perhatian bagi kami,” ujarnya yang diamini sejumlah calon pelamar lainnya.

Berbeda halnya dengan Mukmin Nasution, warga Panyabungan. Kepada METRO, dia percaya bahwa pelamaran CPNS tahun ini, seorang pelamar bisa lulus meskipun tidak membayar uang.

“Kalau saya berprinsip dijalani saja, karena tak selamanya yang membayar itu menang dan lulus. Dan saya percaya semua tergantung kemampuan pelamar itu sendiri,” ucap Mukmin, Minggu (21/11).

Baca Juga :  Bangunan SDN 200302 Sidimpuan Butuh Perhatian

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Madina Asrul Daulay Sip saat dikonfirmasi METRO melalui telepon selulernya, kembali menegaskan bahwa Pemkab Madina mengharamkan kelulusan dengan cara membayar atau menyogok, karena penerimaan CPNS ini murni sesuai dengan peraturan hukum yang ada.

Diutarakan Asrul, apabila ada sejumlah oknum yang mengaku bisa menggaransi kelulusan dengan bayaran, maka itu bukanlah tanggung jawab Pemkab Madina.

Asrul berpendapat, itu hanyalah orang yang mengambil keuntungan dengan situasi seperti ini. “Kelulusan hanya ditentukan dengan kemampuan pelamar selama proses ujian. Dan saya tegaskan bahwa pelamaran ini murni, dan bagi seluruh lapisan masyarakat supaya jangan percaya dengan adanya calo, dan silahkan saja melapor kepada pihak yang berwajib jika merasa keberatan,” tegas Asrul.

Toko & Usaha ATK Diserbu Pelamar

Sementara itu sejumlah toko dan usaha yang menjajakan map dan peralatan alat tulis kantor (ATK) di pusat pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) diserbu calon pelamar CPNS yang ingin membeli alat tulis dan keperluan tes CPNS lainnya. Omzet penjualan pun meningkat drastis

Rahmat (28), dan Toni (27), pemilik usaha ATK di pusat pasar Gunung Tua ketika ditemui METRO, Minggu (21/11) mengaku, penjualan alat tulis kantor seperti pulpen tinta cair, pensil 2B, maupun map mengalami peningkatan penjualan sejak dibukanya penerimaan CPNS di Kabupaten Paluta.

Baca Juga :  Pemprov Sumut Ultimatum Pemkab Tapsel

“Saya senang sekali dengan adanya penerimaan CPNS ini. Semua alat tulis kantor seperti pulpen dan map laris manis diserbu para pelamar,” ucapnya.

Diutarakannya, dirinya tidak akan mengambil keuntungan banyak dari momen penerimaan CPNS tersebut, meski jualannya laris manis diserbu para pelamar CPNS.

“Masalah harga, saya tidak mematok dan mengambil keuntungan banyak dari hari biasanya. Yang penting, jualan ATK saya laris,” ungkapnya.

Pantauan METRO, sejak dibukanya penerimaan CPNS di Kabupaten Paluta, para pengusaha toko dan usaha yang menjajakan map dan peralatan ATK di pusat pasar

Gunung Tua dan sekitarnya diserbu pelamar. Bahkan setiap harinya mereka kebanjiran orderan. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*