Terkait Kantor Sekwan Palas Dipalang

Inspektorat Sumut Bongkar Pemalang

PALAS-METRO; Inspektorat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akhirnya mengambil sikap dengan membuka palang atau balok di pintu masuk ruangan Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Padang Lawas (Palas) Drs Aritonga Siregar, Kamis (22/4) sore. Pemalangan tersebut telah berlangsung sekitar dua minggu atau sejak Jumat (9/4) malam.

Amatan METRO di Kantor DPRD Palas, Jumat (23/4) menyebutkan, ruangan Sekwan sudah dibuka palangnya. Namun hingga kemarin, pintu ruangan Sekwan masih tetap terkunci, seolah memang tidak ada orang di dalam ruangan Sekwan.

Aktivitas Sekwan untuk berkantor di ruangannya di Sekretariat Dewan juga belum terlihat. Akan tetapi, pegawai sekretariat dewan sudah ramai dari biasanya atau sejak ruangan Sekwan masih terpalang tiga balok.

Masih berdasarkan pantauan METRO, sejumlah anggota DPRD Palas juga terlihat duduk saling bercengkrama di kedai yang ada di samping kantor dewan. Mereka nampaknya tidak mau tahu dengan telah dibukanya palang ruangan pintu Sekwan. Bahkan beberapa anggota DPRD pun ketika disapa hanya senyum dan berbasa-basi saja seadanya.

Petugas satpam di Kantor DPRD, Ardi ketika ditanyai METRO, siapa yang membuka palang ruangan pintu Sekwan Aritongan Siregar mengatakan, yang membuka palang pintu ruangan Sekwan, menurut sepengatahuannya adalah pihak Inspektorat Provinsi Sumut. “Yang membukanya, katanya Inspektorat, semalam (Kamis, red). Dibukanya kira-kira sore hari,” ujar Ardi, Jumat (23/4).

Baca Juga :  Penanganan Jalinsum Batu Jomba dan Aek Latong Tidak Serius

Sekwan Palas Drs Aritonga Siregar ketika dikonfirmasi METRO, Jumat (23/4) menuturkan, pihak yang membuka pintu ruangannya adalah Inspektorat Provinsi Sumut.

“Yang membukanya Inspektorat Sumut. Saya dikasih tahu semalam (Kamis, red). PNS di Sekretariat DPRD juga sudah di sana berkantor mulai hari ini (Jumat, red). Kalau saya kan tergantung atasan, ke sana berkantor ya saya akan ke sana. Tidak ada masalah, yang penting kita di jalan yang benar,” ujar Aritonga.

Disinggung apakah dirinya sudah memaafkan para anggota DPRD yang melakukan pemalangan terhadap ruangannya, atau masih akan menempuh jalur hukum, Sekwan dengan tegas menyebutkan dirinya belum berniat untuk menyelesaikannya ke arah hukum. “Kita kan ditugaskan ke sana, atasan kita kan bupati. Kalau kita mau dicopot dari jabatan kita, maunya bupati dong yang mencopot. Bukan begini caranya. Ada mekanismelah, jangan begini main palang-palangan. Tidak etislah demikian, itu aset negara bukan milik saya,” tegasnya.

Dsinggung kapan dirinya mulai berkantor di kantor DPRD Palas seperti biasanya, dengan tersenyum Sekwan belum bisa memastikannya.

“Itulah kau kahang. Siregar pun kau. Sabarlah kahang dulu. Kita lihat saja dulu. Kalau Tuhan mengatakan kepada kita, kau harus jadi Sekwan, siapapun tidak ada yang bisa menjatuhkan kita. Serahkan saja semuanya kahang kepada Tuhan. Dia yang maha kuasa,” pungkasnya sambil berlalu menaiki mobilnya. (amr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kerja DPRD P. Sidimpuan Cuma Duduk-duduk

1 Komentar

  1. Kalau mudratnya lebih besar dari pada faedahnya, Bubarkan saja Kabupaten Padang lawas. bergabung dengan Paluta atau Tapsel

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*