Terkait Kasus Kekerasan Satpol PP terhadap Mahasiswa – Walikota Medan Resmi Meminta Maaf dan Pilih Jalan Damai

(Analisa/muhammad arifin) Kasatpol PP Kota Medan, Drs Sofyan bersalaman dengan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam GMMB usai menyampaikan permohonan maaf di ruang press room Kantor Humasy Pemko Medan, Jumat (20/7). Pemko Medan memilih berdamai atas kekerasan yang dilakukan anggota Satpol PP baru-baru ini.
Medan, (Analisa). Walikota Medan diwakili Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP), Drs Sofyan secara resmi meminta maaf kepada akvitis mahasiswa dan memilih jalan berdamai terkait kasus kekerasan yang dialami para aktivis mahasiswa oleh beberapa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemko Medan di Lapangan Merdeka Medan pada minggu lalu.

“Saya Atas nama Pemko Medan yakni Walikota Medan yang saat ini sedang menjalankan ibadah Umroh sangat menyesalkan kejadian tersebut dan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Medan Bersatu (GMMB) dan berharap ke depan tidak terjadi lagi hal seperti ini,” kata Sofyan pada konferensi pers di ruang pers room Balaikota Medan, Jumat (20/7).

Turut mendampingi Kabag Humasy Pemko Medan, Budi Haryono, SSTP, MAP sedangkan dari mahasiswa termasuk aktifis Heru Sinulingga, April Napitupulu, dan lainnya.

Dia menjelaskan, sebelumnya dirinya dan pihak GMMB, termasuk mahasiswa yang mengalami kekerasan fisik telah melakukan pertemuan dan perbincangan di Ruang Administrasi Pemko Medan pada Kamis (19/7) lalu.

Disepakati

Dari pertemuan itu, lanjut Sofyan, disepakati Pemko Medan siap bertanggung terhadap biaya perobatan yang dialami mahasiswa, sekaligus membiayai perbaikan sepedamotor yang juga rusak dalam kejadian tersebut.

Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan dan penindakan terhadap para petugas Satpol PP yang dinilai terlibat dalam kekerasan yang dialami para aktifis mahasiswa GMMB tersebut.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Bulog Sumut Operasi Pasar Bawang Merah

Sementara itu April Napitupulu yang tampil sebagai jurubicara GMMB dalam pertemuan itu berharap agar sikap brutal dan kekerasan yang ditampilkan Satpol PP Kota Medan tidak lagi diulangi.

“Kami juga meminta agar di masa depan Satpol PP tidak melakukan kekerasan fisik dalam aksi penertiban gelandangan dan pengemis, para anak jalanan, dan kaum miskin kota lainnya,” tegas April Napitupulu.

Pertemuan secara kekeluarga ditutup dengan salam komando dan saling meminta maaf. (maf)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*