Terkait Kasus Penganiayaan ; PT Medan Batalkan Putusan PN Sidimpuan

Pengadilan Tinggi (PT) Medan membatalkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan terkait vonis satu tahun dan enam bulan penjara terhadap dua terdakwa kasus penganiayaan.

Demikian terdakwa penganiayaan, Bahari Efendi Pasaribu dan Adzan Mulia Pasaribu melalui kuasa hukumnya Marwan Rangkuti SH kepada Analisa di kantor Pengacara Marwan Rangkuti dan rekan, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota P. Sidimpuan, Sabtu (4/9).

Dijelaskan, mejelis hakim PT Medan tersebut diketuai Husni Rizal, SH dengan anggota H. Sudrajat Dimiyanti, SH.MH dan Elang Prakoso Wibowo SH.

Dalam amar putusannya majelis hakim PT Medan membatalkan putusan PN P. Sidimpuan tertanggal 25 Juni 2010 Nomor 230/Pid.B/2010/PN.Psp dengan putusan No 581/Pid/2010/PT-Mdn.

Majelis hakim juga memerintahkan agar kedua terdakwa segera dibebaskan dari tahanan negera serta menyatakan dakwaan JPU atas kasus ini tidak dapat diterima karena bertentangan dengan peraturan MA No 1 tahun 1956 pasal 1.

“Alhamdulillah, banding kami ke PT atas putusan PN Sidimpuan No 230/Pid/2010 dikabulkan. Kedua klien juga sudah menghirup udara bebas, “ujar Marwan Rangkuti.

Marwan mengatakan, apa yang yang telah diperiksa dan juga dijadikan dasar hukum sebagai pertimbangan Hakim Tinggi Medan dalam memutus perkara tersebut merupakan pertimbangan hukum yang sangat tepat dan benar.

“Putusan atas pembatalan putusan PN P. Sidimpuan sudah tepat dan benar. Keputusan Ini sekaligus membuktikan jika putusan pengadilan tingkat pertama itu ngawur, “ujar Marwan yang juga Ketua Bidang Pembelaan Provesi Advokat DPC Peradi P. Sidimpuan itu.

Baca Juga :  Gagalkan Penyelundupan 17 Kg Ganja, Polisi & Tersangka Kejar-kejaran di Hutan

Di tempat terpisah, keluraga terdakwa, Arman Pasaribu mengucapkan terimakasih atas putusan yang dikeluarkan PT Medan tersebut. “Putusan ini membuktikan jika masih ada keadilan negeri ini, “katanya.

Ditambahkan, mereka berencana melakukan tuntutan pidana maupun perdata terhadap oknum Jaksa Kejari Sidimpuan berinisial GP bila sudah memiliki hukum tetap.

“Tuntutan JPU itu sudah merugikan kami secara jasmani dan rohani. Atas dasar itu kami akan balik menuntut baik secara perdata maupun pidana, “katanya.

Untuk diketahui, PN P. Sidimpuan pada 25 Juni 2010 lalu memutuskan vonis 1 tahun dan enam bulan kepada Bahari dan Adzan Pasaribu.

Keputusan yang memicu amarah pihak keluarga terdakwa ini diwarnai dengan aksi mengejar oknum hakim dan JPU yang dinilai Markus tersebut. Insiden ini juga kemudian menjadi tofik hangat disejumlah media lokal dan nasional.

Ketua mejelis hakim kasus ini berinisial EER akhirnya mendapatkan sanksi dari Ketua PN P. Sidimpuan sedangkan JPU GP sedang menunggu sanksi dari Kejati Sumatera Utara. (hih)

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=68031:terkait-kasus-penganiayaan–pt-medan-batalkan-putusan-pn-sidimpuan&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*