Terkait Kasus Rahudman Harahap (Walikota Medan); Sejumlah Pejabat/Mantan Pejabat Pemkab Tapsel Mulai Diperiksa Kejatisu

Tim Penyidik Kejatisu, Senin(1/11) mulai memeriksa sejumlah saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi melibatkan tersangka Drs Rahudman Harahap, ketika menjabat Sekda Pemkab Tapsel periode 2001-2005,dan saat ini sebagai Walikota Medan.

Pantauan wartawan di Kejatisu, pemeriksaan berlangsung hingga menjelang malam atau sekitar pukul 18.30 WIB dengan tim pemeriksa diketuai Zulbahri Bachtiar SH, Jaksa Pengkaji di Kejatisu. Kasi Penkum Kejatisu Edi Irsan K Tarigan SH didampingi Kasi Penyidikan (Kasidik) Pidsus Kejatisu Zufri SH membenarkan, untuk tahap awal pemeriksaan penyidikan sudah memanggil 6 orang mantan pejabat dan pejabat di Pemkab Tapsel untuk dimintai keterangan pada Senin (1/11). Ke-enam orang yang dipanggil dengan status saksi itu, Drs Rustam Effendi (mantan Kabag Pemerintahan Desa dan mantan Kepala Badan Pemerintahan Desa), Drs Ajijun Harahap (mantan Plt Kabag Pemdes dan mantan Asisten I), Rahmadsyah Harahap (mantan Kasubbag Lembaga Kekayaan Desa), Akhir Hasibuan (BUMD Pemkab), Husni Afgani Hutasuhut (Kabag Keuangan) 2005-2007 dan Ali Amri Siregar (Kabag Keuangan 2004-2005).

Namun menurut Kasipenkum Kejatisu, dari 6 orang yang dipanggil baru 3 orang yang memenuhi panggilan Kejatisu dan bersedia diperiksa yaitu Rustam Effendi, Drs Ajijun Harahap dan Rahmatsyah Harahap. Sedang yang lainnya mengaku belum bisa hadir sesuai surat dari penasehat hukumnya.

Sementara itu Advokat Marasamin Ritonga SH yang dihubungi wartawan Senin malam, membenarkan ke-6 orang yang dipanggil Kejatisu dengan status sebagai saksi itu adalah kliennya. Pihaknya akan memberi bantuan hukum meskipun statusnya masih saksi.

Baca Juga :  KISAH INSPIRATIF: DARI SEORANG SEKDES SEKALIGUS GURU PEMBANTU DI MIN PARAN TONGA CABANG DARI MIN AEK NABARA

“Bukan hanya tersangka yang diberi bantuan hukum, saksi juga bisa mendapatkan nasehat hukum dan itu hak setiap orang. Sebagian yang dipanggil belum bisa hadir karena ada pekerjaan, tapi pada berikutnya akan mengindahkan panggilan itu,” kata Marasamin.

Kasipenkum Kejatisu Edi Irsan menambahkan, pemeriksaan masih berlanjut terus secara marathon dalam pekan ini. Namun mengenai materi hasil pemeriksaan belum bisa dipublikasikan karena proses pemeriksaan masih sedang berjalan. Sebagaimana diberitakan media pusat dan daerah, Rahudman Harahap ditetapkan Kejatisu sebagai tersangka Selasa pekan lalu, sebagai pengembangan hasil pemeriksaan penyidik Poldasu yang sebelumnya mengajukan berkas tersangka Amri Tambunan ke Kejaksaan dan kini sedang proses persidangan di PN Padangsidempuan.

Terdakwa Amri Tambunan selaku Pemegang Kas Sekretariat Daerah Pemkab Tapsel waktu itu didakwa menyalahgunakan wewenang hingga terjadinya korupsi dalam penggunaan dana pembayaran Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) sekitar Rp 1,5 miliar TA 2005. Perbuatan itu dilakukan bersama- sama dengan tersangka Rahudman Harahap waktu itu Sekda dan kuasa pemegang anggaran 20 Juli 2001-25 April 2005. (M-2/h) (hariansib.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*