Terkait Konflik Berdarah Sorik Marapi – Masyarakat Jangan Mau “Diadu Domba”

Panyabungan,  Konflik berdarah antara warga Desa Maga Pasar, dan Desa Maga Lombang Keca­ma­tan Lembah Sorik Marapi yang berujung meninggalnya Ade Nasution, Selasa (20/1) ber­lan­jut pada proses hukum.

Demikian disampaikan to­koh sentral Madina Saparuddin Haji yang akrab disapa Akong kepada war­tawan, Rabu (21/1) di Panya­bungan Madina.

Akong meminta kepada apa­rat penegak hukum dalam hal ini Polres Madina agar mencari apa penyebab ter­jadinya keri­bu­tan sehingga terja­di pe­nye­rangan ribuan massa ke rumah korban.

“Pada dasarnya kita men­dukung Polres Madina dalam melaksanakan penegakan hu­kum. Namun kita juga me­minta agar penegakan hukum yang dilakukan lebih mengede­pan­kan hal sebab musabab menga­pa akhirnya terjadi penye­ra­ngan massa yang berujung pada pengerusakan serta mening­galnya Adek Nasu­tion“ pin­ta­nya.

Diharapkan, masyarakat Le­reng Sorik Marapi jangan mau diadu domba dengan iming-iming uang atau bentuk apapun. “Satukan hati dan persepsi un­tuk menjaga keles­tarian Gu­nung Sorik Marapi yang su­dah diwariskan nenek moyang kita se­cara turun-temurun,” ujarnya.

Saparuddin juga menga­takan, aparat kepolisian dalam hal ini Polres Madina juga me­lakukan pe­ngusutan terkait ada­nya dugaan gra­tifikasi terhadap keluarnya Izin Usaha Pertam­bangan (IUP) sebe­lum dicabut kembali oleh pemerin­tah Kabu­pa­ten Madina.

“Kita tidak ingin masyarakat se­lalu menjadi objek untuk di kor­bankan, sementara para pe­tualang-petualang politik, pe­tua­lang-petua­lang bisnis bebas melakukan aksi­nya tanpa mem­perdulikan nasib ma­syarakat ke­cil,“ ungkap Akong.

Mantan Ketua Mahasiswa Kai­ro Setabagsel yang selama ini terus mengikuti perkem­bangan terkait konflik di Le­rang Sorik Marapi ini me­ne­­gas­kan, agar pemerintah de­ngan serta merta mencari solusi untuk menyelesaikan kon­flik ini.

Baca Juga :  Lebih Dekat dengan Pesantren Darul Mursyid

Kepada perusahaan yang telah men­­dapat penolakan dari masya­rakat harus legowo menghentikan niatnya mela­kukan aktifitas di Ka­bupaten Mandailing Natal, yang di­ke­nal religius dengan adat istia­dat yang kental dengan men­cari lokasi di daerah lain, demi terciptanya kembali masya­rakat Madina yang tenang, aman dan damai.

Lamban

Fraksi Partai Golkar DP­RD Ma­dina menyesalkan konflik berda­rah antara warga Desa Maga lombang dengan Desa Maga Pasar Kecamat­an Lembah Sorik Marapi yang me­nelan korban jiwa.

“Fraksi Golkar amat me­nye­sali kejadian tersebut, kita menilai pe­merintah lamban dalam meng­an­ti­sipasi dam­pak dari kebijakannya sen­­diri,“ ujar Ketua Fraksi Gol­kar DPRD Madina, As Imran Khay­tamiDaulay.

Lanjutnya, pemerintah khu­susnya bupati, baik seba­gai kepala daerah maupun se­bagai kepala pe­merintahan, mestinya mengaman­kan surat keputusannya sehingga ti­dak menimbulkan pro kontra di tengah rakyatnya.

“Jangan pula dikeluarkan Surat Keputusan (SK) penca­butan izin tetapi tidak disosia­lisasikan kepada rakyatnya, serta tidak mengambil lang­kah-langkah persuasif agar terhindar dari efek-efek nega­tif atas sikap dan kebijakan yang diambil “ ujar Imran.

Kapolres Madina AKBP Bony JS Sirait, terkait tindak lanjut insiden yang terjadi di Lembah Sorik Ma­rapi me­ngungkapkan, saat ini situa­si sudah kondusif, namun pihak polres masih berupaya dalam pencarian tersangka, dan berharap tersangka menye­rah­kan diri. (man)

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Jalur Panyabungan -Natal pulih

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*