Terkait Penangkapan SUSNo Duaji, Komisi III Tuding Kapolri Panik

Jakarta, www.batakpos-online.com

Kapolri

Penangkapan Komjen Pol Susno Duadji oleh Divisi Propam Mabes Polri dinilai tidak jelas. Terkesan, pimpinan Polri merasa panik atas pembongkaran kasus mafia pajak yang ditiupkan Susno.

“Upaya membuka markus ini sangat mengecewakan. Tidak bisa dihindari kesan bahwa penangkapan ini dilakukan karena pimpinan teras kepolisian merasa panik dengan apa yang dilakukan Pak Susno,” kata Ketua Komisi III DPR Benny K Harman.

Menurut Benny, penangkapan ini juga memberi kesan pimpinan Polri ingin
membungkam mulut Susno agar tidak bisa memberi keterangan lagi untuk membongkar modus operandi markus yang berada di tubuh polri. “Karenanya, Kapolri harus menjelaskan alasan penangkapan tersebut secara terbuka kepada publik dan Komisi III.  Kapolri juga harus melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan agenda kerja untuk menindaklanjuti laporan yang disampaikan Pak Susno,” tegas Benny.

Hal senada disampaikan anggota Komisi III dari Partai Golkar,  Bambang Soesatyo. “Timing penangkapan Susno tidak tepat. Hal ini bisa memicu penolakan masyarakat luas yang sudah terlanjur simpati pada gerakan Susno Duadji membongkar korupsi dan markus di Indonesia. Kita tidak menafikkan kemungkinan Susno melanggar kode etik dan disiplin. Tapi, semua itu harus dipahami dalam konteks yang lebih luas, yaitu pemberantasan korupsi, markus, dan aksi hitam lainnya,” jelas Bambang.

Menghadapi kasus ini, lanjut Bambang, Polri seharusnya bersikap adil, bijak, transparan, dan profesional. “Lakukan pemeriksaan secara simultan, adil dan jujur. Laporkan semua tahapan itu ke masyarakat, baik kasus pelanggaran disiplin  serta  dugaan korupsi dan markus yang disampaikannya. Jika ada hal-hal yang disembunyikan, bisa berdampak negatif bagi Polri dan kepercayaan masyarakat bisa hancur,” tutur Bambang.

Baca Juga :  17 Agustus, 379 Napi Dapat Remisi di Tabagsel

Demikian juga pengacara Indonesia Police watch (IPW) Johnson Panjaitan yang sangat menyayangkan penangkapan Susno. “Ini pertaruhan institusi Polri terkait proses penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Susno yang akan membongkar kasus korupsi dan markus di Polri ditangkap duluan. Jangan lupa, posisi Susno saat ini sedang di atas angin. Dia diangggap pahlawan, karena berani melawan institusinya yang dinilai korupsi dan penuh borok. Kasus ini bisa memicu resistensi masyarakat, seperti kasus Bibit-Chandra Hamzah dulu,” kata Johnson.

Cara-cara penangkapan Susno di mata Johnson juga tidak elegan. Pimpinan Polri seharusnya bisa bersikap bijak dengan melakukan pendekatan secara persuasif  dan sejauh mungkin menempuh jalur damai.  Tapi, yang dilakukan kepada Susno, malah layaknya menangkap seorang penjahat.

Menurut Johnson, Mabes Polri seharusnya  mendahulukan kepentingan bangsa dan negara dengan mengusut tuntas kasus korupsi dan dugaan adanya markus di tubuh Polri.  “Agenda utama bangsa ini adalah memberantas korupsi dan mafia hukum. Jangan dibelokkan kepada pelanggan kode etik dan disiplin seperti disangkakan kepada Susno belakangan. Untuk menyelesaikan kasus Susno  secara adil, saya usulkan agar semua pejabat yang diduga terkait kasus ini dinonaktifkan. Lakukan pemeriksaan oleh tim independen. Dengan begitu, akan terhindar dari politik kepentingan yang bisa berdampak butuk ke Polri,” tegas pendiiri PBHI ini.

Dalam kesempatan terpisah, penasehat Kapolri  Chaerul Huda mengatakan, proses penangkapan Susno sudah mengikuti prosedur dan ada surat perintah resmi penangkapan. “Mabes Polri tentu taat asas dan tidak mungkin gegabah terkait penangkapan Susno. Selain itu, Propam Polri menangkap Susno saat mau pergi berobat ke Singapura tentu ada dasar alasan hukum  yang jelas. Dugaan sementara, dia ditangkap karena melanggar kode etik dan disiplin. Semua anggota polisi, apalagi pati Polri tentu harus seizin pimpinannya, yaitu  Kapolri,” kata Chaerul. isk

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Judi Togel dan Kim Marak di P. Sidimpuan

1 Komentar

  1. orang yang baik pasti akan kelihatan dan orang yang tidak baik pasti akan ketahuan, “walaupun” selihai apapun orang itu berkelit,”ataupun” secanggih apapun orang itu merekayasa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*