Terkait Penembakan Warga di PT SM Madina – Kapolda Siap Dicopot

MEDAN- Pasca penembakan warga di PT Sorikmas Mining (SM), Kabupaten Mandailing Natal, 29 Mei 2011 lalu, Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro siap dicpot dari jabatannya.

“Jika memang yang melakukan penembakan anggota saya, saya bersedia dicopot dari jabatan saya saat ini, jika saya tak menindak tegas mereka,” kata Wisjnu pada rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Sumut, Selasa (14/6).
Wisjnu juga mengajak untuk sama-sama membangun demokrasi menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi. Pihaknya juga mengaku siap untuk berdialog dalam menyelesaikan permasalahan dan salah paham yang terjadi di madina.

“Atas hal ini, kita telah mendata terdapat tujuh DPO atas kejadian tersebut. Mereka terindikasi melakukan hal itu (pengerusakan dan pembakaran PT Sorikmas Mining) dan berpotensi menjadi tersangka. Mari kita bersikap dewasa dan saling mendukung,” harapnya.

Lebih lanjut, Kapolda Sumut memaparkan, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pihaknya menjamin tak akan ada penangkapan kepada ketujuh DPO tersebut.

“Kita harapkan ketujuh warga itu mau datang sendiri melaporkan diri. Atau masyarakat sendiri yang menyerahkannya kepada kami. Jika memang tak bersalah akan kita pulangkan,” jelas Wisjnu. Sementara puluhan warga merasa dia du domba oleh pengelola perusahaan. Pasalnya, pada bukti ekspos PT Sorikmas Mining yang diserahkan kepada pimpinan Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Sumut, terdapat kalimat yang meresahkan warga.

Baca Juga :  Hey KPK, ambillah kasus Rahudman!

Kalimat tersebut menyatakan, adanya pihak perusahaan melakukan musyawarah dengan tokoh masyarakat setempat yang memiliki pendidikan tinggi dan dianggap mampu menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun, saat pimpinan RDP dan sebagian warga menanyakan siapa sebenarnya yang diajak bermusyawarah, pihak perusahaan tak bisa memberikan jawaban konkrit. Mereka berbelit-belit hingga menunda menjawab pertanyaan tersebut. GM Corporate Development PT Sorikmas Mining Paul Du Plessis menerangkan, pihak manajemen prihatin atas terjadinya hal tersebut. “Kita selama ini tak mengeluarkan statement karena kami menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada pihak kepolisian. (saz)

Sumber: hariansumutpos.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*