Adik Kandung Bupati Tapsel Di Duga Sebagai Otak Pelaku Penganiayaan 6 Angota DPRD Tapsel

Polres Tapanuli Selatan menangkap adik kandung Bupati Ongku P. Hasibuan berinisial HH yang diduga sebagai otak dan pelaku aksi penganiayaan enam anggota DPRD Tapsel.

Informasi dihimpun Analisa Senin (9/8), penangkapan terhadap HH dilakukan pada Minggu (8/8) malam sekira pukul 23.00 WIB di kediamannya Desa Huristak Kecamatan Barumun Tengah (Barteng) Kabupaten Padang Lawas.

“Tadi kami sudah melihat langsung HH meringkuk di tahanan Polres Tapsel, “ujar Ketua DPRD Tapsel H Rahmat Nasution didampingi sejumlah anggota DPRD masing-masing Borkat S.Sos, Mahmut Lubis S.Ag, Imron Hasibuan, Dalkot Batubara, Suyatmo Siregar, Muara Siregar dan Adil Situmorang kepada Analisa di gedung DPRD setempat.

Dikatakan, DPRD Tapsel menyampaikan aspirasi yang setinggi-tingginya terhadap Polres atas penangkapan HH .

“Apresiasi tinggi kami ucapkan atas penangkapan pelaku penganiayaan itu. Ini membuktikan jika Polres kami dalam menciptakan supremasi hukum di daerah ini,” tuturnya.

Diharapkan, Polres Tapsel dapat menangkap oknum lain yang terlibat dalam aksi penganiayaan ini.

“Kami berharap Polres Tapsel dapat menangkap pelaku lainnya bukan hanya HH saja,” katanya.

Kronologis

Kronologis kasus penganiayaan ini terjadi pada Kamis (20/5) lalu, ketika enam orang anggota DPRD Tapsel melaksanakan tugas monitoring proyek infrastruktur Pemkab Tapsel di Desa Pasir Lancat Padang Lawas.

Tiba-tiba salah satu mobil yang dikendarai mereka dilempar dengan batu. Akibatnya kaca mobil pecah.

Baca Juga :  Dana Pendikan Habis untuk Bayar Guru

Selanjutnya, di Desa Payabujing, ke enam anggota DPRD kembali mendapat musibah. Pasalnya, salah seorang warga diduga nekad menabrakkan sepeda motor yang ditumpanginya ke salah satu mobil yang ditumpangi anggota DPRD.

Selang beberapa menit menabrakkan sepeda motornya ke mobil anggota DPRD, oknum yang tak dikenal tersebut memanggil sejumlah massa dan mengatakan dia sudah ditabrak oleh anggota DPRD.

Mendengar pengakuannya, massa yang sudah berkumpul langsung memukuli anggota DPRD, bahkan salah seorang masa nekad menikam Ali Imron dengan sebilah pisau. Beruntung saat itu politisi yang berasal dari Partai Amanat Nasional cepat mengelak.

Sepanjang jalan desa tersebut, para anggota dewan ini dijadikan bulan-bulanan. Tendangan, pukulan bertubi-tubi diterima namun mereka terus berjalan mencapai desa terdekat.

Penganiayaan itu akhirnya berakhir setelah mereka melewati desa itu dan memasuki desa tetangga yang langsung memberikan perlindungan kepada para anggota dewan yang sedang kunker ini.

Akibat penganiayaan itu, keenam anggota DPRD Tapsel tersebut masing-masing Borkat. S.Sos, Imron Hasibuan, Dalkot Batubara, Suyatmo Siregar, Muara Siregar, Adil Situmorang mengalami luka yang cukup serius sehingga harus dirawat inap di RSUD setempat.

Borkat memar di bagian muka, Imron Hasibuan ditikam pisau, Adil Situmurang terpaksa bersembunyi di dalam mobil untuk menghindari serangan massa, sedangkan anggota DPRD lainnya nekad lari ke hutan untuk menyelamatkan diri dengan darah yang mengucur dari wajah mereka akibat pukulan para oknum.

Baca Juga :  Bupati Palas Didesak Mundur

Dua oknum penganiaya tersebut, terakhir diketahui merupakan adik kandung dan paman dibantu orang-orang dekat dari Bupati Tapsel Ongku P. Hasibuan. Sedang motifnya masih tanda tanya hingga saat ini.

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=64978:terkait-penganiayaan-enam-anggota-dewan–polisi-tangkap-adik-bupati-tapsel-&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*