Terkait Penganiayaan Wartawan – Kapolres didesak surati Gubsu

P.SIDIMPUAN – Koordinator DPD Gerakan Indonesia Bersatu (GIB) Wilayah Tabagsel, Aliuddin Harahap, mendesak Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), AKBP Subandriya, segera menyurati Gubsu hingga Mendagri, terkait penganiayaan terhadap wartawan yang diduga dilakukan anggota DPRD Paluta.

“Tujuannya, untuk mempercepat proses pemeriksan sesuai hukum terhadap oknum anggota DPRD Paluta, Arjuman Harahap,” katanya, tadi pagi.

Arjuman melakukan penganiayaan terhadap wartawan Waspada di Paluta, Sori Farlah Harahap, yang saat itu sedang meliput aksi unjukrasa Gema Paluta yang menolak penyerahan SK CPNS Paluta formasi tahun 2009, Kamis (20/5), karena diduga melanggar hukum.

Aliuddin sangat menyayangkan sikap seorang oknum anggota DPRD, yang begitu lantang melakukan aksi penganiayaan di hadapan pihak kepolisian.

“Perbuatannya itu secara tidak langsung telah
mencoreng, dan tidak lagi menghargai pihak kepolisian yang sedang bertugas,” ucapnya.

Perbuatannya itu tidak hanya melecehkan wartawan, mahasiswa, dan kepolisian, tapi juga merupkan upaya untuk membunuh kebebasan berdemokrasi di Indonesia, yang lahir dari sebuah
reformasi dan mengorbankan nyawa manusia.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=116542:kapolres-didesak-surati-gubsu&catid=15:sumut&Itemid=28

———————-

Kasus pemukulan wartawan harus diproses hukum

P.SIDIMPUAN – Aparat hukum harus menuntaskan persoalan dugaan kasus CPNS Gate tahun 2009 di kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang sudah berlangsung lama.

Tujuannya untuk menghindari terjadinya hal-hal lebih lebih fatal yang tidak diinginkan, jika berlama-lama, kasus itu sangat berpotensi mengakibatkan terjadinya konflik di tengah-tenghah masyarakat.

Baca Juga :  Gara-Gara Umpatan Kasarnya, Rooney Duduk Jadi Penonton

Hal itu ditegaskan praktisi sekaligus pengacara senior asal kota Medan, Hamdani Harahap, saat dikonfirmasi Waspada, pagi ini, terkait aksi penganiayaan yang dilakukan oknum anggota DPRD Paluta dari Partai Patriot, Arjuman Harahap, dan Derajat yang melakukan pemukulan terhadap wartawan Waspada di Paluta.

Hamdani sangat menyayangkan sikap oknum anggota dewan yang berlebihan, dan tidak lagi menghargai kebebasan berdemokrasi yang dijamin keabsahannya dalam undang-undang di Negara Republik Indonesia.

“Saya sangat heran, mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dan wartawan yang sedang tugas jurnalistik malah dianiaya oknum anggota dewan, yang biasanya memiliki pola pikir yang cukup intelektual, karenanya Arjuman harus diproses secara hukum karena telah bertindak ala premanisme,” katanya.

Untuk itu, diharapkan kepada penegak hukum supaya menyelidiki motif di balik terjadinya penganiayaan.

Dikatakan, kasus itu tidak hanya tanggungjawab pihak penegak hukum, tapi juga tanggungjawab DPRD setempat, kedua lembaga itu harus berani mengungkapkan kebenaran terkait persoalan CPNS Gate, sehingga persoalannya tidak simpang siur di masyarakat Paluta.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=116541:kasus-pemukulan-wartawan-harus-diproses-hukum&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*