Terkait Penganiayaan Wartawan ; Ratusan Wartawan dan Mahasiswa Demo DPRD Paluta

P. Sidimpuan, Ratusan wartawan dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pers Tapanuli Selatan (Gemapeta), Senin (24/5) menggelar unjukrasa di halaman gedung DPRD Padang Lawas Utara (Paluta).

Mereka mendesak Ketua DPRD segera memberikan sanksi berat terhadap anggota DPRD Paluta Arjuman Harahap yang telah melakukan penganiayaan terhadap wartawan bernama Sori Parla Harahap saat sedang melaksanakan tugas jurnalistik pada 20 Mei 2010 lalu.

Pantauan Analisa, massa Gemapeta tiba di Gedung DPRD Paluta sekira pukul 15.00 WIB mengendarai bus dan sepeda motor. Di depan gerbang gedung DPRD, massa menggelar orasi sembari mengusung foster-foster yang mengutuk tindakan premanisme yang dilakukan anggota DPRD Arjuman bersama seorang warga Darajat terhadap wartawan saat meliput aksi pada penyerahan SK CPNS Kamis, 20 Mei lalu.

“Kami minta Ketua DPRD Paluta dan BKD untuk memberikan sanksi tegas terhadap Arjuman yang telah bertindak sewenang-wenang terhadap wartawan dan mahasiswa. Insiden ini telah mencoreng nama baik DPRD,” ujar mereka.

Setelah berorasi sekitar 15 menit, massa diizinkan memasuki halaman gedung DPRD. Mereka diterima Wakil DPRD Paluta Drs Ahmad Sailan Siregar didampingi lima anggota DPRD lainnya.

Dalam pernyataan sikapnya dibacakan Kordinator Aksi Hendrawan Hasibuan, mendesak agar Badan Kehormatan DPRD Paluta segera memproses anggota dewan yang jelas melanggar tata tertib dan etika legisalatif.

Mendesak Ketua DPRD Paluta untuk segera melayangkan surat rekomendasi kepada partai patriot untuk menindak (me-recall) Arjuman dari keanggotaannya di legislatif.

Baca Juga :  Danau Siais di Tapsel

“Kami meminta agar Arjuman segera direcall dari keanggotaanya di DPRD karena telah mencoreng nama baik legislatif dengan melakukan tindakan anarki terhadap wartawan dan mahasiswa,” katanya.

Selain itu, mereka juga menyatakan dukungannya terhadap perjuangan Gemapaluta dalam membuka tabir kecuranga dalam penerimaan CPNS tahun 2009 didaerah ini. Mendukung rekan-rekan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik sesuai UUD 1940 tahun 1999 tentang pers.

Mendesak Polres Tapsel agar secepatnya menangkap dan memproses tersangka yang telah melakukan penganiayaan dan pengancaman terhadap wartawan dan mahasiswa sesuai amanah undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Mendesak Polres Tapsel segera mengintruksikan Polsek Padang Bolak untuk secepatnya menangkap pelaku, karena tidak ada di negara ini yang kebal hukum. “Kami minta agar pers dilindungi dalam menjalankan tugas dan menindak oknum-oknum yang terlibat dalam isiden penganiayaan itu,” terangnya.

Menanggapi pernyataan itu, Wakil Ketua DPRD Paluta Drs Ahmad Sailan Siregar berjanji akan menindak lanjuti aspirasi mahasiswa dan wartawan. “Kami akan menggelar rapat membahas insiden penganiayaan dan ancaman terhadap wartawan dan mahasiswa pada 20 Mei 2010 lalu itu,” katanya.

Setelah menanggapi pernyataan sikap tersebut Ahmad bersama anggota DPRD lainnya membubuhkan tandatangan di kertas pernyataan sikap atas desakan para wartawan dan mahasiswa.

Usai menyampaikan aspirasinya, ratusan massa Gemapeta membubarkan diri dengan tertib.

Audiensi

Sebelum aksi di DPRD Paluta Gemapeta juga beraudiensi di Polresta Tapsel guna mengetahui perkembangan proses kasus penganiayan tersebut. 14 orang perwakilan Gemapeta itu diterima Kapolres Tapsel AKBP Subandria.

Baca Juga :  Mahasiswa Ampera Padangsidimpuan; Pansus Sakumpal Bonang Harga Mati

Kepada Gemapeta Kapolres mengatakan, kasus penganiyaan terhadap wartawan tengah dalam proses dan berjanji akan berlaku objektif dalam menangani kasus ini.

“Kita serius menangani kasus ini, dan yakinlah tidak akan ada yang diistimewakan dalam penanganannya. Kita akan berlaku objekitif,” katanya.

Dalam audiensi itu Gemapeta juga mempertanyakan alasan kenapa belum adanya penahanan terhadap para pelaku penganiayaaan tersebut.

Gemapeta terdiri dari seluruh persatuan dan wadah wartawan serta mahasiswa yang ada di P. Sidimpuan, Tapsel dan Paluta. (hih)

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=56045:terkait-penganiayaan-wartawan–ratusan-wartawan-dan-mahasiswa-demo-dprd-paluta&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*