Terkait Pipa Limbah Bocor, Ikan di Sungai Bermatian – PT Virco Bahas Tuntutan Warga

PT Virco yang bergerak di bidang pengolahan karet masih membahas tuntutan masyarakat yang meminta ganti rugi kepada perusahaan atas kematian ikan-ikan warga di Lingkungan 8 dan 9, Kelurahan Aek Tampang. Matinya ikan di lubuk larangan Sungai Batang Ayumi tersebut akibat bocornya pipa limbah PT Virco.

Perwakilan PT Virco, Herman ketika ditanya apakah pihak perusahaan menerima atau menolak tuntutan warga, yakni meminta ganti rugi sebesar Rp20 juta untuk satu lubuk larangan, Kamis (10/3) via ponselnya, mengaku belum bisa menjawab tuntutan warga. Sebab, pihak manajemen perusahaan saat ini masih merapatkan hal tersebut. Sementara yang harus diganti rugi, menurut warga, ada sebanyak tiga lubuk larangan. “Saya belum bisa sampaikan ya pak, karena kami sedang merapatkannya. Nanti kita hubungi Pak,” katanya singkat sambil mematikan ponselnya.

Sementara itu ketua lubuk larangan lingkungan 9, Luhut Harahap kepada METRO, Kamis (10/3) melalui telepon selulernya mengatakan, pihaknya akan menunggu pihak PT Virco untuk menjawab tuntutan yang mereka ajukan. Luhut juga berharap agar tuntutan mereka bisa segera ditanggapi. Diutarakan Luhut, jika tidak ada respon pihak perusahaan dalam dua hari ke depan, maka seluruh pengurus lubuk larangan akan menggelar rapat untuk memutuskan langkah dan tindakan yang akan dilakukan terhadap pihak perusahaan.

Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Kakanpedalda) Psp, Imran Hasibuan SSos mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah air Sungai Batang Ayumi tercemari limbah PT Virco atau tidak. Disebutkan Imran, untuk memastikan hal itu, pihaknya akan segera mengambil contoh air Sungai Batang Ayumi untuk dikirimkan ke provinsi. “Sampel air sungai akan kita kirimkan ke provinsi untuk memastikan apakah air Sungai Batang Ayumi tercemar limbah PT Virco atau tidak. Kita tidak bisa pastikan matinya ikan-ikan apakah karena limbah itu atau bukan, makanya kita tidak berani mengatakan sebelum ada tes resmi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sampel air yang akan kita kirimkan ke provinsi, dan begitu keluar hasilnya nanti bisa memuaskan kita semua,” ujarnya kepada METRO, Kamis (10/3).

Baca Juga :  Sisi Lain Permasalahan Beca Bermotor di Kota Padangsidimpuan

Seperti diberitakan sebelumnya, pipa pembuangan limbah PT Virco yang terletak di Jalan Tapian Nauli, Kelurahan Aek Tampang, Kota Padangsidimpuan, Rabu (9/3) mengalami kebocoran. Saat diperbaiki, air limbah mengalir ke lubuk larangan Sungai Batang Ayumi, yang menyebabkan ratusan ekor ikan warga di lubuk larangan lingkungan 8 dan 9 mati seketika. (phn) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*