Terkait Putusan Kasus Penipuan ; MA RI Tolak Kasasi Kejari P.Sidimpuan

P.Sidimpuan, (Analisa)

20090626033909!Mahkamah Agung insignia Terkait Putusan Kasus Penipuan ; MA RI Tolak Kasasi Kejari P.Sidimpuan Mahkamah Agung (MA) RI menolak permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Padangsidimpuan, Siti Suharni SH, terhadap putusan Pengadilan Negeri Padangsidimpuan No:398/Pid.B/2008/PM. PSP.

Demikian salinan putusan MA, Nomor : 802 K/PID/2009 yang diterima Analisa dari Pengadilan Negeri P.Sidimpuan, Senin (4/1).

Majelis hakim MA yang meyidangkan kasasi itu diketuai Prof.DR.HM Hakim Nyak Pha, SH.DEA, dengan anggota Suwardi SH dan Timur P Manurung SH.MH, serta Panitera Penganti Enny Indriyastuti SH.MHum.

Dalam putusan MA bernomor 802 K/PID/2009 semakin menguatkan vonis bebas PN P. Sidimpuan terhadap Baginda Mangaraja Endar Harahap alias Marasahlim Harahap, 53, warga Lorong II, Desa Portibi Jae, Kec.Portibi. Kab.Padang Lawas Utara.

Perkara ini berawal dari Sutan Dibata Oloan Harahap, warga Gunung Tua, Kec.Padang Bolak, Kab.Paluta, melaporkan Baginda Mangaraja Endar ke Polisi atas perkara penipuan jual beli tanah.

Pada 21 Februari 1998, Baginda menjual tanah seluas 15 hektare di lokasi Harangan Barat Desa Portibi kepadanya denga harga Rp 4.500.000. Dibuktikan surat keterangan ganti rugi bermaterai Rp 2.000, yang disaksikan Tongku Raja Asal, Baginda Hanopan, dan Sutan Sobandingon.

Namun, pada 10 Mei 2007, Baginda kembali menjual tanah itu kepada Balyan Ismail Harahap gelar Mangaraja Sutan. Akibatnya, Sutan Dibata Oloan yang mengaku pemilik sah tanah itu, mengalami kerugian sekitar Rp 250.000.000.

Perkara itu kemudian ditangani Polres Tapanuli Selatan dan kemudian dilimpahkan ke Kejari P.Sidimpuan. Setelah berkas dinyatakan lengkap (P.21), JPU Siti Suharni melakukan penahanan selama 18 hari terhadap Baginda Mangaraja.

Baca Juga :  Di Padangsidimpuan, 73 SD Dapat DAK

Namun, setelah berkasnya dilimpahkan dan disidangkan di PN P.Sidimpuan, majelis hakim membebaskan Baginda Mangaraja dari tahanan, dengan syarat harus hadir di setiap persidangan.

Selama proses persidangan, terbuktilah bahwa keterangan dan bukti-bukti kepemilikan tanah 15 Ha yang diajukan Sutan Dibata Oloan itu palsu. Ternyata Baginda Mangaraja tidak pernah menjual tanah kepada Sutan Dibata Oloan.

Kemudian dua dari tiga saksi yang disebutnya mengetahui jual beli itu, Tongku Raja Asal dan Sutan Sobandingon telah meninggal dunia. Sedangkan Baginda Hanopan mengaku tidak pernah mengetahui kual beli itu.

Bukan itu saja, surat keterangan ganti rugi sebesar Rp 4.500.000 diatas kertas bermaterai Rp 2 ribu yang ditunjukkan Sutan Dibata Oloan juga palsu. Hal itu diketahui setelah tanda tangan Baginda Mangaraja pada kertas tersebut, dibandingkan dengan tanda tangan aslinya melalui satu penelitian ahli di laboratorium forensik.

Berdasarkan bukti, keterangan saksi, dan terdakwa selama sidang, maka majelis hakim PN P.Sidimpuan melalui putusan No:398/Pid.B/2008/PM.PSP menyatakan terdakwa Baginda Mangaraja Endar Harahap alias Marasahlim Harahap tidak terbukti bersalah dan bebas dari tuntutan hukum.

Selanjutnya JPU tidak terima atas putusan tersebut dan kemudian mengajukan permohonan kasasi ke MA. Kemudian pada Jumat 21/9/2009, majelis hakim MA melalui putusan No: 802 K/PID/2009, menolak permohonan kasasi JPU tersebut.

Tuntut Balik

Usai menerima salinan putusan MA itu, Baginda Mangaraja secara resmi juga telah melaporkan Sutan Dibata Oloan Harahap ke Polres Tapsel dan saat ini laporan tesebut sudah ditangani Kejari P.Sidimpuan.

Baca Juga :  Tak Ada Sentimen Primordial dalam Pembentukan Provinsi Baru

Dalam laporan tesebut Baginda Mangaraja melaporkan Sutan Dibata Oloan Harahap ke Polisi, karena diduga telah berbuat tindak pidana berupa ‘menempatkan keterangan palsu kedalam sesuatu surat/akte autenthik’.

“Proses di Polisi sudah selesai dan kini tinggal dikejaksaan . Kemarin kata jaksa, perkara belum bisa dilanjutkan karena masih menunggu putusan kasasi dari MA. Sekarang putusan MA sudah ada, semoga jaksa segera melanjutkan perkara ini, “katanya. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*