Terkait Status Kontrak Pasar Sangkumpal Bonang ; Puluhan Massa Ampera Kembali Demo DPRD P. Sidimpuan

P.Sidimpuan, (Analisa)

Pasar Sakumpal Bonang

Puluhan Massa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera) menggelar aksi demo di halaman Gedung DPRD Padangsidimpuan Jalan Sutan Soripada Mulia, Rabu (31/3).

Mereka menuding DPRD Padangsidimpuan ‘kongkalikong’ dengan pihak eksekutif (Pemko) dan PT ATC terkait status pengelolahan pasar Sangkumpal Bonang yang sudah habis masa kontraknya.

“DPRD tidak serius dan terkesan main mata (kongkalikong) dengan Pemko dan PT ATC, buktinya hingga kini status pengelolahan pasar Sangkumpal Bonang tidak jelas,”ujar Kordinator Aksi Abdul Rozak Harahap.

Pantauan Analisa, puluhan massa Ampera tiba di kantor DPRD P.Sidimpuan sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengenderai sepeda motor dan angkutan umum sembari mengusung sejumlah poster yang bertuliskan kutukan atas kinerja DPRD P.Sidimpuan yang terkesan mengangkangi aspirasi rakyat.

Dalam pernyatan sikapnya yang dibacakan kordiantor lapangan Parningotan Aritonang disebutkan, jika legislatif dan Pemko sama-sama telah mengangkangi keputusan rapat konsultasi pada 13 Januari, 12 Februari dan 5 Maret yang menyepakati jika 30 hari kedepan pasar sangkumpal bonang akan langsung dibawah managemen dinas pasar.

Namun pada realisasinya, kontrak Pasar Sangkumpal Bonang dengan PT ATC malah di perpanjang tanpa adanya evaluasi dan rapat bersama membahas perpanjangan izin tersebut.

“Perpanjangan kontrak itu, sudah mengangkangi Undang-undang No 27 Tahun 2007 pasal 344 ayat 1 poin i yang berbunyi DPRD (seara kumulatif) harus memberikan persetujuan terhadap rencana kerja pemerintah dengan daerah lain atau pihak ketiga, “sebutnya.

Baca Juga :  Terjebak di Soal Bahasa Indonesia - Peserta UN Ulangan Khawatir Tak Lulus Lagi

Atas dasar itu, mereka meminta agar DPRD menjelaskan secara transparan tentang surat persetujuan perpanjangan kerjasama, dokumen kerjasama terdahulu, HGU dan IMB Sangkumpal Bonang, alasan pengeluaran izin perpanjangan kontrak, status ruko, kwitansi dan daftar setoran, hasil evaluasi DPRD serta alasan kenapa tidak jadi membentuk Pansus. “Kami minta DPRD menjelaskan itu, agar semuanya clear dan transparan, “sebutnya.

Meski pihak negosiator dari pihak kepolisian bersama Sekretaris DPRD meminta agar massa bersabar menunggu selesainya rapat paripurna yang sedang berlangsung, namun massa tetap gotot agar Ketua DPRD keluar menjumpai mereka di halaman Gedung DPRD saat itu juga.

“Kami minta Ketua DPRD keluar dari ruangan paripurna, untuk menjelaskan persoalan ini dihadapan kami, “ujar mereka serentak.

Untuk menghidari kondisi yang mulai menjurus anarkis akhirnya Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan Aswar Syamsi SE didampingi Wakil Ketua Lukman Siregar dan Taty Tambunan serta Ketua Komisi II Ashari keluar menjumpai massa Ampera.

Dihadapan massa pendemo Ketua DPRD membantah dan bersumpah atas nama Tuhan belum ada mengeluarkan izin persetujuan kepada PT.ATC untuk mengkelola kembali Pasar Sangkumpal Bonang

” Demi Allah itu tidak benar, baru nanti jam 02.00 kita mengadakan rapat terbuka pembahasan tetang itu, karena kita harus mengkaji dan mengevaluasi lebih jauh bagaimana yang terbaik, sehingga anak cucu kita tidak menjadi korban karena keputusan yang salah “, katanya sembari mengatakan jika surat permohonan Walikota Padangsidimpuan terkait masalah tersebut baru diterimanya Rabu (23/3) lalu.

Baca Juga :  Keluarga Husin Bertahan Hidup dengan Daun Ubi

Usai mendengar penjelasan Ketua DPRD, massa Ampera akhirnya membubarkan diri dengan tertib dibawah pengawalan ketat pihak kepolisian dan Satpol PP.

Mereka berjanji akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak ditindak lanjuti. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*