Terkait Wabah Chikungunya Menyerang Ratusan Warga ; Pemko Padangsidimpuan Terkesan Acuh

Penderita Chikungunya

P.Sidimpuan, (www.analisadaily.com)

Meski ratusan warga terserang penyakit chikungunya, namun Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan terkesan acuh dan tidak memandang hal ini sebagai kejadian luar biasa yang harus dilakukan pencegahan dini.

Pantauan Analisa Jumat (9/10), sikap acuh Pemko Sidimpuan ini terlihat dari upaya pencegahan mewabahnya penyakit chikungunya ini yang hanya melakukan voging didua dari 18 desa/kelurahan yang ada di Kecamatan P.Sidimpuan Tenggara.

“Sampai saat ini kami belum didatangi petugas voging, meski korban yang jatuh didaearah ini sama banyaknya dengan kedua Kelurahan yang telah divoging tersebut, ” ujar Aris warga Desa Manunggang Julu kepada Analisa.

Diharapkannya, Pemko P. Sidimpuan juga segera melakukan voging keseluruh 18 Desa/kelurahan yang ada di Kecamatan P.Sidimpuan Tenggara karena bila tidak cepat dilakukan maka dikhawatirkan akan semakin banyak korban berjatuhan. “Kami berharap agar Pemko P.Sidimpuan , segera menurunkan tim kesehatan, karena sampai saat ini warga belum mendapatkan perobatan yang maksimal,” ungkapnya.

Tanggap

Kasubag pencegahan penyakit Dinkes Pemko Padangsidimpuan Dr Aminuddin kepada Analisa membantah kalau pihaknya tidak tanggap terhadap kasus wabah chikungunya yang menyerang ratusan warga. “Melalui instruksi walikota, kita telah melakukan pencegahan penyebaran melalui voging dan mengintensifkan petugas kesehatan di puskesmas-puskesmas yang ada dikawasan itu. jadi tidak benar kita tidak tanggap, “katanya.

Disinggung kenapa baru dua desa itu yang baru divoging Aminuddin mengatakan, diprioritaskannnya kedua desa itu dikarenakan rata-rata korban jatuh penduduk kedua daerah itu sedang lainnya minim. Namun walau demikian pihaknya juga telah merencanakan dalam pekan ini akan melakukan voging ke 16 Desa lainnya.”Dua desa/kelurahan ini masuk kategori prioritas karena dari data kawasan itu yang terbanyak jatuh korban,namun demikian daerah lainnya juga akan kita lakukah voging, “terangnya.

Baca Juga :  Bupati Madina Tinjau Jembatan Naga Juang, Hutabargot dan Rencana TPA

Positif

Disinggung apakah sudah positif korban yang berjatuhan itu akibat penyakit chikungunya Aminuddin mengatakan, untuk mengetahui kepastiannya pihaknya telah mengirimkan sampel ke Medan dan pada Senin ini akan tiba hasilnya.

Namun katanya dari ciri-cirinya ratusan warga ini memang terserang penyakit chikungunya yaitu panas tinggi disekujur bada, badannya terasa lemas, mata panas dan berair dan meninggalkan bintik-bintik merah setelah sembuh.

Aminuddin mengatakan, dari sejumlah daerah yang pernah terserang chikungunya belum satupun ada jatuh korban meninggal, meski demikian warga harus tetap berhati-hati karena setiap penyakit pasti memiliki dampak buruk.

Diharapkannya, warga turut serta berpartisipasi melakukan pencegahan dengan tidak membiarkan jentik-jentik nyamuk berkembang biak dilingkungan perumahan. Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan “3 M” (Menguras, Menutup, dan Mengubur) barang-barang bekas, tempat-tempat penampungan air seminggu sekali secara teratur atau menaburkan larvasida serta memasukkan ikan pada kolam/aquarium.

Lindungi diri anda jangan sampai tergigit nyamuk terutama pada siang hari dengan menggunakan repellent (obat nyamuk oles), obat nyamuk coil, memakai kelambu atau memasang kawat kasa dirumah.

Sedang upaya pengobatannya, dengan memberikan obat penurun panas dan obat nyeri sendi dan pasien dianjurkan untuk beristirahat. Penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya.

Upaya penanganan khusunya kata Aminnuddin dengan segera laporkan ke Puskesmas/Dinas Kesehatan setempat, hindari penderita dari digigit nyamuk (tidur memakai kelambu) agar tidak menyebarkan ke orang lain, anjurkan penderita untuk beristirahat selama fase akut, pada keadaan KLB perlu dilakukan penyemprotan/pengasapan serta lakukan pemeriksaan jentik di rumah dan sekitar rumah.

Baca Juga :  Kegiatan Administrasi Pemerintahan di Madina Tidak Maksimal

KLB

Ditanya apakah P.Sidimpuan dalam status Kejadian Luara Biasa (KLB) Aminuddin mengatakan, dirinya tidak berwenang untuk mengomentari hal itu karena merupakan wewenang Walikota dan sekda. “Untuk pertanyaan itu, saya tidak bisa memberikan komentar karena itu ranahnya Walikota dan Sekda, “katanya. Sementara saat dihubungi via seluler Sekda Sarmadhan Hasibuan enggan menjawab seperti biasanya. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*