Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Rehab Irigasi Ukka Barumun Tengah, Dua Tersangka Ditahan

Kejaksaan Negeri Cabang Sibuhuan kembali menetapkan dua tersangka sekaligus melakukan penahanan terkait kasus dugaan korupsi proyek rehab daerah irigasi Aek Ukka, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Palas tahun anggaran 2009. Kedua tersangka yakni, direktur pemenang tender proyek Ukka, CV EB berinisial RAN, dan pemegang kuasa sub proyek berinisial PH, Senin (6/9) sekira pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, Kejari telah menahan mantan pimpinan proyek Dinas PUD Palas, AHN.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Sibuhuan, Kifli Ramadan Harahap SH mengatakan, kedua tersangka disinyalir terlibat kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi daerah irigasi Aek Ukka Desa PP Makmur TA 2009 yang bersumber dana sitimulus fiskal APBN dengan jumlah pagu proyek Rp990.300.000 dan diduga merugikan negara Rp49.515.000.

“Sekarang ini sudah ada tiga tersangka kita tetapkan serta ditahan di rutan Sibuhuan, dan tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan kasus tersebut ada tersangka lainnya menyusul. Bukan kasus ini saja, proyek stimulus atau pemeliharaan proyek lainnya juga tidak tertutup kemungkinan akan kita usut,” ujar Kacabjari kepada METRO, Senin (6/9).

Disebutkan Kifli, tersangka disinyalir terlibat dan diduga merugikan keuangan negara serta melanggar Kepres Nomor 80 Tahun 2003, dalam etika pengadaan barang dan jasa, pada pasal 5 tentang melaksanakan tugas secara tertib disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran kelancaran dan ketetapan tercapainya pengadaan barang dan jasa.

Baca Juga :  3 Rumah Terbakar di Sidimpuan

Mahasiswa Dukung Kejaksaan

Sementara itu sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Palas (GMP3) mendukung Kacabjari Sibuhuan untuk mengusut tuntas proyek stimulus lainnya termasuk pada TA 2009 yang ada sekitar 14 proyek di Palas dan bersumber dana dari stimulus fiskal APBN. Sebab menurut mereka, kuat dugaan terjadi tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara.

“Kita acungkan jempol kepada Kacabjari yang membongkar kasus dugaan korupsi di Palas termasuk menangkapi pejabat teras Palas. Kita juga berharap Kacabjari mengusut tuntas ke akar-akarnya,” harap Ketua GMP3 Palas, Mardan Hanafi Hasibuan.

Untuk diketahui, mantan Pimpro Dinas PUD Kabupaten Palas, AHN yang saat ini menjabat Kepala Bidang Cipta Karya dan Bina Marga Dinas PUD Palas, dijebloskan ke bui atau ditahan Kejari Cabang Sibuhuan sejak Kamis (2/9) lalu sekira pukul 09.00 WIB. AHN diduga korupsi rehab daerah Irigasi Aek Ukka Kecamatan Barumun Tengah (Barteng), Kabupaten Palas Tahun Anggaran 2009.

Kacabjari Sibuhuan, Kipli Ramadan Harahap SH kepada METRO, Kamis (2/9) lalu membenarkan pihaknya telah menahan mantan Pimpro Dinas PUD Palas TA 2009 berinisial AHN. Sebelumnya, Kacabjari sudah memintai keterangan sejumlah saksi pejabat Dinas PUD terkait kasus dugaan fiktif pemeliharaan pada proyek rehabilitasi daerah irigasi Aek Ukka Desa PP Makmur TA 2009 yang bersumber dana stimulus fiskal APBN sebesar Rp49.515.000, dengan jumlah pagu proyek sebesar Rp990.300.000.

Baca Juga :  Aek Nabara Barumun jadi Kecamatan

Lebih lanjut dikatakannya, penahanan itu menindaklanjuti surat perintah penyidikan Nomor PRINT.02/N.2.20.9/Fd.1/08/2010 tanggal 3 Agustus dan surat perintah penahanan Nomor PRINT.02/N.2.20.9/Fd.1/08/2010 tanggal 2 september 2010. Saat ini tersangka sudah dititipkan di Rutan Cabang Sibuhuan.

“Dari hasil pemeriksaan dan keterangan sejumlah saksi, tersangka AHN diduga kuat menyalahgunakan wewenang yang dapat berakibat timbulnya kerugian keuangan negara, yang melanggar pasal 2 ayat (1), pasal 3, pasal 8 dan pasal 9 Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Penahanan ini dilakukan untuk memudahkan pemeriksaan lanjutan,” ujar Kacabjari sembari menambahkan, dirinya langsung menjabat sebagai pimpinan penyidik bersama tim kejaksaan, Clara H Siregar SH.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Terimaksih buat Kecabjari Sibuhuan, tuntut seberat-beratnya para koruptor di Palas jangan pilih kasih dan sita harta-hartanya sampai jatuh miskin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*