Terlibat Kasus Korupsi MTQ & PP109, Mantan Wali Kota Tj Balai Kembalikan Rp. 500 Juta

Ketika menjalani pemeriksaan, mantan Wali Kota Tanjung Balai, Dr H Sutrisno Hadi SpOG yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Tanjung Balai dalam dua kasus dugaan korupsi MTQ ke 31 dan PP 109 tentang.  Kedudukan keuangan kepala daerah dan wakil kepala daerah berjanji akan mengembalikan uang sebesar Rp950 juta. Namun, hingga Kamis Sutrisno baru mengembalikan Rp500 juta.  Pengembalian uang yang Negara itu dilakukan Sutrisno penasehat hukumnya Oloan Hutapea SH dan rekan serta anak mantan wali kota, Kamis (23/12). Sedangkan sisanya Rp447 juta akan diberikan pada pemeriksaan selanjutnya yakni tanggal 11 January mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Balai Herry Sunaryo SH didampingi Kasi Pidsus PDE Pasaribu SH MH dan Kasi Intel Kifli Harahap SH.  Kajari mengatakan, bahwa pada pemeriksaan kali ini manta wali kota tidak bisa hadir, sebab mantan wali kota saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Pringadi Medan di kamar 600 lantai enam.

”Mantan wali kota tidak bisa hadir pada pemeriksaan hari ini, sebab sedang dirawat di RSU Pringadi Medan. Di mana mantan wali kota HB nya menurun. Sehingga perlu ditranfusi darah. Maka pada pemeriksaan atau pengembalian uang yang sudah dijanjikan mantan wali kota saat pemeriksaan pertama, dilakukan oleh penasehat hukum dan anaknya saja.  Kajari menambahkan, mantan wali kota di rawat di RSU Pringadi Medan sejak tanggal 20 Desember 2010. Itu sesuai surat keterangan nomor 9304/Tulip 2/2010/XI tertanggal 21 Desember. Dalam surat tersebut tidak disebutkan berapa lama mantan wali kota dirawat di RSU Pringadi.  Herry menambahkan, mantan wali kota juga mengalami penyakit diabetes, prostad.  Dikatakannya, di mana keluarga dan penasehat hukum tersangka memohon agar kiranya pemeriksaan terhadap tersangka dilakukan di Medan, sebab jarak tempu antara Medan dan Tanjung Balai jauh atau memakan waktu sekitar empat jam. Dalam hal ini pihak Kejari Tanjung Balai tidak masalah melakukan pemeriksaan di Medan, namun permohonan ini masih dalam pertimbangan Kejari Tanjung Balai.

Baca Juga :  Longsor di Nisel, 5 Korban Tewas Ditemukan

Setelah uang tersebut diterima pihak Kejari Tanjung Balai, selanjutnya uang tersebut langsung disimpan di Bank Pemerintah yaitu Bank Sumut.  “Saat ini tidak dilakukan penahanan terhadap mantan wali kota, sebab mantan wali kota masih koopertif dan memenuhi janjinya. Serta mantan wali kota tidak akan melarikan diri karena lagi sakit. Barang bukti sudah diamankan pihak Kejari, jadi tidak mungkin mantan wali kota lari dan menghilangkan barang bukti,” ujarnya.

Tak Tepati Janji Akan Ditahan

Ketika ditanyai, apa alasan dan mengapa mantan wali kota mengembalikan uang hanya sebesar Rp500 juta, padahal janjinya akan memberikan atau mengembalikan uang sebesar Rp950 juta, Kajari menjelaskan, di mana pihak Kejari tidak mengetahui alasan mengapa mantan wali kota memberikan hari ini Rp500 juta, dan sisanya akan diberikan selanjutnya.  Namun kali ini pihak Kejari memakluminya, sebab mantan wali kota masih kooperatif maupun masih menepati janji walau baru setengah dikasih.  “Namun jika mantan wali kota pada pemeriksaan selanjutnya tidak mengembalikan uang sebesar Rp447 juta lagi sesuai dengan janjinya, maka mantan wali kota akan ditahan.  “Hal ini dilakukan sebab mantan walikota telah melanggar janjinya,” kata Kajari tegas.  Ketika ditanyai, apakah dengan dikembalikan uang pemeriksaan atau proses masih lanjut atau tidak, dan kapan dilakukan pemeriksaan terhadap kasus MTQ ke 31, Kajari mengatakan, proses hukum akan tetap dilanjutkan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Peduli Kampung Halaman, Nelly br Sitorus Putri Batak Eropa Kembangkan Tanaman Pangan di Tapanuli

Namun tuntutan terhadap mantan wali kota akan dipertimbangkan, sebab mantan wali kota sudah beritikad baik mau mengembalikan uang sebesar Rp950 juta. Pada saat ini pihak Kejari akan melakukan pemeriksaan dalam kasus MTQ ke 31, setelah selesai pemeriksaan dalam kasus PP 109 ini. Sebab pihak Kejari memperiotaskan dalam kasus PP 109. Setelah selesai kasus ini baru pihak Kejari akan melakukan pemeriksaan terhadap kasus MTQ ke 31. (sht)-(metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*