Terminal Bataunadua Sidimpuan Tak Difungsikan

187991101 1f195ef0be Terminal Bataunadua Sidimpuan Tak Difungsikan
Terminal Batu Nadua Sidimpuan (Photo Dorodjatun Wijaya/Flickrss)

Meski sudah lama dibangun, sejumlah terminal Batunadua di Kota Padang Sidimpuan belum juga difungsikan dengan maksimal. Hal ini dianggap sebagai bukti kegagalan pemerintah daerah setempat.

Dari pantauan,kondisi di sejumlah terminal di Kota Salak tampak memprihatinkan karena tidak berfungsi. Terminal Batunadua misalnya. Tidak tampak aktivitas di kawasan terminal.Tempat-tempat pembelian tiket yang sudah disediakan juga terlihat kosong. Kondisi yang sama juga terlihat di Terminal Hutaimbaru. Sejak pembangunannya dimulai pada 2006 lalu, fasilitas itu belum juga difungsikan sampai saat ini.Pembangunan juga belum diselesaikan.

Anggota Badan Penasehat Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Padang Sidimpuan, Sopian Harahap, mengungkapkan tidak difungsikannya terminal membuat para sopir angkutan dirugikan. Khususnya para sopir jurusan Batunadua di kawasan pusat pasar. Sopian menuturkan, seharusnya angkutan luar kota menurunkan penumpangnya di terminal, bukannya membawa langsung penumpangnya masuk ke dalam kota atau ke alamatnya. Selama ini,kondisi itu yang terjadi sehingga para sopir angkutan dalam kota kesulitan mendapatkan penumpang di terminal.

”Kondisi ini membuat sopir angkutan dalam kota rugi karena tidak ada penumpang,”ungkapnya. Permasalahan ini sebenarnya sudah sering kali disampaikan para sopir angkutan dalam kota kepada Pemko Padang Sidimpuan. Pemerintah didesak memungsikan terminal dengan maksimal dan melarang setiap angkutan luar kota yang menurunkan penumpangnya di dalam kota.Namun, hingga kini realisasinya belum ada. ”Kami sudah capek mendesak pemerintah,tapi mereka tidak menggubris tuntutan kami,” ujarnya.

Baca Juga :  3.097 Warga Kota Padangsidimpuan Terinfeksi TB Paru

Ketua Komisi II DPRD Padang Sidimpuan, Azhari Harahap, menilai selama ini pemerintah daerah memang tidak berani mengambil tindakan tegas sehingga keberadaan terminal kurang difungsikan.Salah satunya, minimnya angkutan luar kota yang menurunkan penumpang di terminal. Akibatnya, retribusi tidak ada dan akhirnya berdampak terhadap perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak maksimal. Para sopir angkutan dalam kota juga merugi karena tidak mendapatkan penumpang. ”Jika pemerintah bisa tegas, tidak mungkin angkutan luar kota tidak mau menurunkan penumpang di dalam terminal.

Saya yakin, jika fungsi terminal maksimal,maka PAD akan semakin meningkat. Selain itu, perekonomian masyarakat juga ikut meningkat karena keberadaan terminal membuka lapangan pekerjaan,” paparnya. Sementara Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Pemko Padang Sidimpuan, Ahmad Bestari Lubis, mengakui bahwa terminal- terminal di Kota Salak itu belum difungsikan dengan maksimal.

Terkait hal itu, pihaknya akan menyampaikan kondisi tersebut kepada Wali Kota Padang Sidimpuan dan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. ”Permasalahan itu sudah lama dan hingga kini belum bisa kami realisasikan,”tandasnya.

Sumber: waspada.co.id – Photo By Dorodjatun

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*