Ternak Lalu-lalang di Jalinsum Sibolga-Padangsidimpuan

Laju kendaraan di jalan lintas Sumatera (jalinsum) Sibolga-Padangsidimpuan (Psp), kerap dihadang iring-iringan ternak warga. Kondisi seperti itu paling sering ditemukan di Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), yang mengakibatkan terganggunya kelancaran arus lalu-lintas.

5528300a1e4700632721da7da1e1747f566ba6e Ternak Lalu lalang di Jalinsum Sibolga Padangsidimpuan
BERKELIARAN- Ternak berkeliaran di Jalinsum Sibolga-Padangsidimpuan, belum lama ini. Kondisi seperti ini kerap terjadi, sehingga mengganggu para pengguna lalu-lintas.

“Warga di Sibuluan sepertinya sudah terbiasa memelihara hewan ternak tanpa mengikat dan membiarkannya lepas mencari makan sendiri. Namun pemilik hewan tidak menyadari akan bahaya yang ditimbulkan hewan-hewan tersebut,” kritik Kliman (30), salah seorang pengendara sepedamotor kepada METRO, Minggu (6/6), yang terpaksa berhenti sejenak menunggu iringan ternak sapi menyeberangi jalan.

Ia mengaku sangat terganggu dengan situasi itu. “Laju kendaraan kita terpaksa terhenti akibat kehadiran ternak yang melintasi sesuka hatinya. Ini dapat membahayakan pengendara sepedamotor,” keluhnya.

Menurut dia, kebiasaan warga melepas hewan ternaknya hingga ke jalan protokol harus ditertibkan pemerintah. Sebab sangat berbahaya terhadap pengguna jalan.

Hal senada dikatakan, Zulkhairuddin (29), warga Sibolga yang melintas di jalan itu. Ia berharap pemerintah daerah setempat secepatnya mengarahkan aparat untuk terus memaksimalkan penertiban hewan ternak yang berkeliaraan di jalan lintas.

Ia menuturkan, selain dapat mengakibatkan kemacetan juga kecelakaan lalu-lintas. “Sampai saat ini masih sering terlihat hewan ternak yang berkeliaran di jalan raya. Kehadiran ternak itu dapat mengakibatkan kecelakaan terhadap para pengendara, baik sepedamotor maupun mobil,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kehadiran ternak-ternak itu biasanya setiap sore hari dan malam hari. Bahkan, kata dia, terkadang ternak-ternak itu ditemukan sedang golek atau tidur di jalan. “Ini yang paling membahayakan, selain terhadap ternak itu sendiri juga pengendara lalu-lintas,” tukasnya.

Baca Juga :  Okto Kabur karena Tekanan Sriwijaya FC

Menurut dia, seharusnya ternak-ternak yang berkeliaran tersebut diikat oleh pemiliknya. Namun ia menilai, pemiliknya kurang sadar akan ketertiban, begitu juga dengan instansi terkait. Sebab kata dia, ia belum melihat adanya tindakan tegas terhadap pemilik ternak yang berkeliaran tersebut.

“Coba saja kalau instansi terkait tegas, ternak-ternak yang berkeliaran tersebut dibawa dan diamankan. Kemudian, kepada pemiliknya diberi peringatan, agar dia tidak menyia-nyiakan ternaknya itu. Kalau tidak begitu, kapan Tapteng bisa maju, jika ketertiban kota saja sangat minim,” kritik Zulkhairuddin.

Sementara Kabag Humas Pemkab Tapteng Drs Surya Darma, yang dikonfirmasi METRO, melalui selularnya mengatakan, dalam waktu dekat Pemkab Tapteng akan menertibkan hewan ternak yang masih meresahkan warga dan pengguna jalan, karena berkeliaran di kota dan Jalinsum Sibolga-Padangsidimpuan.

“Dalam waktu dekat ini, Pemkab Tapteng melalui Sat Pol PP akan menertibkan hewan ternak warga yang masih berkeliaran di kota dan jalan-jalan protokol. Penertiban ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2008 tentang larangan hewan ternak berkaki empat bekeliaran di Kota Pandan,” jelasnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Ternak_Lalu-lalang_di_Jalinsum_Sibolga-Psp

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*