Teror Bom, Ancaman Serius Demokrasi

1604548620X310 Teror Bom, Ancaman Serius Demokrasi
Aktivis Aliansi Nasioanal Bhinneka Tunggal Ika Pdt Emmy Sahertian, aktivis Komnas Perempuan Yuniarti Chuzaifah, aktivis Setara Institute Hendardi, dan ketua Dewan Pengurus Kontras Usman Hamid (kiri ke kanan) jumpa pers di kantor Kontras, Jakarta seputar kasus teror bom di Komunitas Utan Kayu, Rabu (16/3/2011).

KOMPAS.com — Teror bom yang ditujukan kepada Ulil Abshar Abdalla merupakan bagian dari upaya merongrong demokrasi yang menjamin hak asasi manusia (HAM) dan keberagaman. Demikian pernyataan bersama Forum Pluralisme Indonesia yang disampaikan di Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Rabu (16/3/2011) siang.

Teror bom di Komunitas Utan Kayu merupakan salah satu bentuk terkeji pembungkaman terhadap perjuangan HAM dan keberagaman di Indonesia.
— Choirul Anam

”Teror bom di Komunitas Utan Kayu merupakan salah satu bentuk terkeji pembungkaman terhadap perjuangan HAM dan keberagaman di Indonesia,” kata Choirul Anam yang membacakan pernyataan bersama tersebut.

Upaya pembungkaman itu terlihat dari rentetan ancaman dan tindak kekerasan yang belakangan ini dialamatkan kepada para pejuang HAM dan pluralitas. Selain kiriman bom buku kepada Ulil, pernyataan tersebut juga menyebutkan adanya intimidasi hingga ancaman verbal, seksual, serta fisik terhadap perempuan pembela HAM.

Kejadian terbaru pada Senin (14/3/2011), data-data korban kekerasan dicuri dari Kantor Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI). Dalam pernyataan itu, Forum Pluralisme Indonesia menggarisbawahi lemahnya respons pemerintah terhadap berbagai tindak kekerasan atas nama agama. Kelemahan ini dianggap sebagai alasan semakin meningkatnya tindak kekerasan serupa akhir-akhir ini.

Forum Pluralisme Indonesia merupakan aliansi 22 lembaga pejuang HAM dan pluralitas, di antaranya Kontras, Jaringan Islam Liberal (JIL), Komnas Perempuan, LBH Jakarta, Imparsial, The Wahid Institute, Yayasan Paramadina, dan Interfidei. Forum membuat pernyataan bersama terkait teror bom kepada Ulil Abshar Abdalla yang dialamatkan ke Komunitas Utan Kayu.

Baca Juga :  Gunung Sinabung Kembali Meletus

Ulil adalah salah seorang tokoh pembela HAM pluralitas, meskipun saat ini sebenarnya ia lebih aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota Partai Demokrat.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*