Terorisme – Kisah Pengejaran Teroris di Tebingtinggi

1358513620X310 Terorisme Kisah Pengejaran Teroris di Tebingtinggi
Anggota Brimob di Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumut, melakukan pemeriksaan di sejumlah ruas jalan di Serdang Bedagai, Sumut, Jumat (1/10/2010).

Kapolda Sumatera Utara Irjen Oegrosono, Jumat (1/10/2010), turun ke lokasi baku tembak antara polisi dan teroris di Simpang Brohol, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Oegrosono menginstruksikan jajarannya agar terus mengejar para komplotan bersenjata laras panjang yang diduga terkait perampok Bank CIMB Niaga dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak.

Hingga kini, satuan brimob terus melakukan penyisiran terhadap komplotan bersenjata api yang diperkirakan berjumlah 14 orang. Petugas juga melakukan penjagaan ketat di sejumlah jalan-jalan di wilayah perbatasan Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Simalungun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Medan, baku tembak yang terjadi Kamis malam, berawal dari informasi masyarakat di Desa Bulu Duri, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai. Masyarakat menyebutkan, ada sekelompok orang tak dikenal (OTK) membawa bungkusan yang diduga senjata api jenis AK dan FN sejak Minggu.

Berdasarkan informasi itu, Polresta Tebingtinggi menurunkan personel anggota intelijen ke lokasi yang diduga persembunyian komplotan tersebut pada Kamis sekitar pukul 10.00 WIB.

Intel Polresta Tebingtinggi mendapat informasi bahwa 14 OTK menuju Kota Tebingtinggi dengan menaiki tujuh sepeda motor. Polisi pun langsung melakukan pengejaran.

Namun, komplotan ini mengetahui aksi pengejaran anggota kepolisian yang mengendarai mobil Kijang kapsul biru bernopol B 1712 EX. Saat itulah, seorang dari OTK mengeluarkan senpi jenis FN yang diarahkan ke Briptu E Malau. Bripka Budi Ilham yang mengetahui aksi OTK tersebut langsung merespons dengan mengeluarkan tembakan peringatan.

Baca Juga :  Propinsi Sumatera Utara Paling Korup se- Indonesia

Kelompok OTK tidak jadi meletuskan senpinya dan langsung melarikan diri ke arah Dolok Masihul. Sedangkan satu sepeda motor yang dikendarai OTK tersebut melaju ke arah Kompleks Perumahan BP 7 Kota Tebingtinggi.

OTK yang melarikan diri ke Dolok Masihul, satu motornya mogok kehabisan bensin, yakni Yamaha RX King BK 4780 FS. OTK itu pun langsung merampas motor Yamaha Mio milik Tomy Syahputra, warga Desa Payakuruk, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, dengan menodongkan senjata laras panjang ke korban. OTK sempat meletuskan senjata api dua kali tanah untuk menakut-nakuti Tomy.

Saat di Simpang Brohol, Kecamatan Dolok Masihul, komplotan ini akhirnya terlibat baku tembak dengan polisi. OTK memberondong anggota kepolisian yang berada di mobil Kijang kapsul milik Kapolsek Dolok Masihul. Beberapa bagian mobil tersebut berlubang terkena tembakan OTK.

Setelah baku tembak selama 10 menit, OTK pun kabur memasuki perkebunan sawit. Mereka melarikan diri dengan cara berpencar guna menyulitkan polisi melakukan pengejaran.

Pada Jumat dini hari, Polda Sumut menurunkan personel brimob mengejar OTK ke Desa Pasar Kamis dan Padangbaru, Kecamatan Dolok Masihul. Kapolda Sumut Irjen Oegroseno juga turun ke lokasi pengejaran.

Polisi hingga kini telah mengamankan lima sepeda motor milik komplotan tersebut. Namun, polisi belum berhasil membekuk komplotan tersebut.

kompas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Mulai Kamis (10/06) Brigjen Leonardus JP. Siegers Menjabat Panglima Kodam I/BB

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*