Tersangka Korupsi PS Merasa Dizholimi

Dua tersangka perkara dugaan korupsi dana Persatuan Sepakbola (PS) Sidimpuan yang menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan, HAN dan HMSP, akhirnya ‘buka mulut’ tentang nasib yang menimpa mereka.

Ditemui secara terpisah di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Padangsidimpuan di Desa Salambue, tersangka HAN mengaku merasa dizhalimi, sedangkan HMSP mengaku nasib yang menimpanya tidak masuk akal.

HAN menuturkan, dalam perkara yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp3.231.550.000 pada tahun anggaran 2008 dan 2009 telah dizholimi pihak-pihak tertentu.

Pasalnya, posisi di PS Sidimpuan adalah wakil manajer satu yang setiap tindakannya harus mendapat izin atau rekomendasi atasan atau manajer. Saat di PS Sidimpuan, HAN menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Namun di PS Sidimpuan, status HAN hanya sebagai warga biasa yang menerima bantuan pemerintah daerah untuk mengelola sebuah klub sepakbola. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan status PNS atau jabatan yang diembannya saat itu.

Dengan kata lain, posisinya saat itu sama saja dengan pengurus panitia perayaan 17 Agustus yang menerima bantuan dari pemerintah. Namun tiba-tiba disangkakan sebagai orang yang terlibat melakukan manipulasi anggaran yang mengakibatkan kerugian negara.

Anggaran operasional PS Sidimpuan memang berasal dari APBD Pemko Padangsidimpuan. Diposkan di Dinas Pemuda dan Olahraga dan kemudian diserahkan dalam bentuk bantuan kepada PS Sidimpuan.

Baca Juga :  Pelaksanaan UN Tingkat SD Sederajat di Sidimpuan Aman

Menurut HAN, dana itu digunakan untuk kontrak pemain dan operasional tim serta manajemen. Setiap kontrak pemain selalu atas kesepakatan manajer dengan pemain yang dikontrak.

“Anehnya, justru saya yang dituding sebagai orang yang memanipulasi kontrak dengan pemain. Padahal setiap kontrak terlihat secara jelas siapa yang menandatangani. Saya tidak pernah meneken kontrak itu,” terang HAN, pagi ini.

Lebih lanjut, HAN menyebutkan dirinya merasa seperti dikorbankan dalam perkara ini. Hal paling mencolok adalah, dia hanya bawahan di PS Sidimpuan dan masih ada atasannya, namun tidak tersentuh hukum. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*