Tersangka Pengedar Togel Di Kab. Karo Mengaku Dibandari Oknum TNI

Medan, Oknum anggota TNi dituding sebagai bandar toto gelap (togel). Hal ini terungkap dari penangkapan dua pengecer togel tersebut di Kabupaten Karo. Kedua tersangka,  Tergiah Ginting (35) dan  Prantoni Pardede alias Anto (23), dibekuk Unit Vice Control (VC) Direktorat Reskrim Polda Sumut, Minggu (6/6).

Tergiah warga Desa Bunuraya, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, ditangkap di warung dekat rumahnya. Demikian juga halnya dengan Anto, warga Jalan Pematang Siantar, Desa Landa, Kelurahan Padang Mas, Karo. Kepada polisi, keduanya mengaku mengedarkan togel yang dibandari oknum TNI berinisial J. “Bandar saya seorang oknum anggota TNI berinisial J,” aku Tergiah Ginting.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar melalui Kasubbid Dok Liput AKBP MP Nainggolan didampingi Kanit VC Kompol Chairul Lubis menerangkan, dalam sepekan pihaknya berhasil meringkus 13 tersangka togel dari sejumlah kabupaten/kota di Sumut.

Selain dua tersangka di Tanah Karo adalah, Buyung Ladri (43), Rolinton Gultom (42), dan Gadu Haiborhu (55) warga Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara. Di Kabupaten Deli Serdang dibekuk tiga tersangka, yakni Samiran (43), Nurdin (41), dan Yanto (39).

Dari Kota Medan, polisi membekuk dua tersangka, yakni Zulkifli Abdullah (41) dan Syahrul alias Abah (29). Di Tebing Tinggi, ditangkap tiga tersangka, yakni Parlindungan (44), Tumpal Oktorio Tambunan (30), dan Hendri Jonathan Sitorus (26).

Baca Juga :  Cuaca di Sekitar Gunung Sinabung Masih Gelap Akibat Asap

“Dari pemeriksaan terhadap tersangka, mereka mengaku telah beroperasi sejak tahun 2010 ini dengan omset mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah,” jelas Nainggolan, Senin (7/6).

Dari tangan para tersangka, polisi menyita barang bukti berupa, 3 buku tafsir mimpi, 6 unit hand phone, uang tunai Rp278 ribu, 2 unit kalkulator, 7 lembar rekap togel, dan 15 lembar kertas bertuliskan nomor togel.

Nainggolan mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut. “Iya, masih ada yang kita cari. Sebab, mereka ini hanya sebagai penulis dan pemasang. Sedangkan, uang hasil penjualan nomor itu masih kita kembangkan,” tandas Nainggolan. Para tersangka dijerat Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman kurungan penjara minimal 10 tahun.

Sumber: http://batakpos-online.com/content/view/14780/56/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*