Tertibkan Bangunan Diduga Tempat Maksiat!

Pemerintah Kota Padangsidimpuan (Pemko Psp) didesak segera menertibkan bangunan yang diduga digunakan sebagai tempat maksiat, mulai dari warung remang-remang hingga kafe yang berada di seputaran Psp. Desakan ini disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Psp, H Khoiruddin Nasution, belum lama ini. Pihaknya meminta Satpol PP secepatnya melakukan penertiban bila tak ingin terjadi pembakaran warung lagi, seperti di Kapuran.
“Kita ada mendengar isu bahwa sejumlah massa akan melakukan sweeping bangunan-bangunan yang diduga sebagai tempat maksiat di Kota Psp. Jadi, kita ingatkan Pemko Psp untuk segera melakukan tindakan sebelum tindakan yang sama terjadi,” sebutnya.

Apalagi, sambungnya, belakangan Satpol PP tidak lagi melakukan kegiatan penertiban, seperti masalah miras, bangunan diduga tempat maksiat, dan lain sebagainya. “Kita hanya mengingatkan, jangan sampai terjadi persoalan seperti di Kapuran. Hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Jangan dianggap enteng, lagipula tidak ada membawa dampak positif ataupun keuntungan buat pemerintah kenapa dibiarkan?” tanyanya.

Untuk itu ia berharap Satpol PP untuk segera melakukan tindakan tegas, sebelum ada tindakan massa yang tidak ingin daerahnya dikotori dengan perbuatan maksiat. “Pemerintah harus tegas dan tidak pandang bulu. Jangan sampai hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Psp,” ingatnya.

Pengamat sosial dan politik, Arman Badrisyah Hasibuan, menambahkan, hal tersebut merupakan suatu fenomena sosial yang perlu ditangani secara khusus, agar tidak merusak sendi-sendi peradatan dan keagamaan di Psp. “Perlu ada keseriusan dan tindakan khusus dari semua pihak untuk menangani ini,” pesannya. (phn) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Meriahkan HUT TNI ke-65, Balapan di Padangsidimpuan Bakal Meriah

1 Komentar

  1. kapuran itu saya rasa hanya tempat maksiat kelas teri. bagaimana dengan hotel2 yang sering digunakan oleh kaum berduit ??? apa tidak akan diperiksa. karena disinyalir orang2 berkantong tebal mainnya dihotel2, bukan tempat maksiat seperti kapuran itu. hukum harus adil, berlaku bagi orang berkantong tipis dan tebal. setuju ????

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*