Terungkap Mengapa Mubarak Baru Mundur Jumat

Gamal Mubarak (kiri) dan Alaa Mubarak (kanan)

TEMPO Interaktif, Kairo – Hosni Mubarak seharusnya sudah meletakkan jabatannya sebagai presiden Kamis malam lalu, tapi baru sehari kemudian ia benar-benar mundur. Orang yang paling bertanggungjawab terhadap berbaliknya Mubarak sehingga tak jadi mundur Kamis malam adalah Gamal Mubarak, anak kedua Mubarak.

Kamis malam itu militer sebenarnya sudah menyiapkan pidato pengunduran diri Mubarak. Penguasa 82 tahun itu tinggal membacakannya. Tapi beberapa saat sebelum pengumuman itu disiarkan televisi pukul 11 malam waktu Mesir, Gamal mengubah isi pidato dan merevisinya beberapa kali.

Dalam pidato revisi yang kemudian ditayangkan secara nasional itu Mubarak menyatakan tetap bersikeras memegang kekuasaan sampai September mendatang dan menyerahkan separuh kekuasaannya pada Wakil Presiden Omar Suleiman.

Ulah Gamal itu sempat terekam televisi dan surat kabar Al Akhbar kemarin menyebarluaskan isi rekaman itu. Di istana itu selain Mubarak dan Gamal, ada pula Omar Suleiman, Menteri Informasi Anas al-Fiqqi, beberapa pejabat tinggi dan Alaa Mubarak, kakak Gamal.

Al Akhbar
melaporkan, sebelum  “membelokkan” isi pidato, Gamal terlebih dulu berdebat sengit dengan Alaa. Debat keduanya begitu keras sehingga hampir setiap orang di dalam istana mendengar mereka. Beberapa pejabat tinggi bahkan turun tangan menenangkan mereka.

Dalam rekaman itu, Alaa menuding Gamal telah mendorong negara ke dalam korupsi dengan membantu teman-teman dekatnya masuk ke pusaran kekuasaan. “Bukan malah membantu ayahmu untuk tetap dihormati di akhir hidupnya, kamu justru kian merusak reputasinya,” ujar Alaa kepada Gamal. Keduanya pun nyaris baku pukul sebelum akhirnya dilerai.

Baca Juga :  Perundingan Kinabalu - Malaysia Janji Tak Akan Tahan Petugas Indonesia Lagi

AP melaporkan, Gamal yang menjabat kepala komite kebijakan Partai Demokratik Nasional, menulis ulang pidato Mubarak beberapa kali sebelum rekaman. Naskah revisi yang disiapkan terburu-buru itu tampak dari isi pidato Mubarak yang ditayangkan. Kasar. Mubarak pun seperti tampak tak siap berpidato. Ia beberapa kali memperbaiki dasi dan berpaling dari kamera.

Intervensi Gamal di menit-menit akhir itu tak diketahui pejabat Amerika yang beberapa jam sebelumnya sangat yakin Mubarak akan mundur malam itu. Direktur CIA Leon Panetta bahkan memastikan Mubarak akan mundur. Presiden Amerika Barack Obama telah mengatakan kepada mahasiswa di Michigan bahwa “kita akan menyaksikan sejarah baru di Mesir hari ini”. Tapi beberapa jam setelah itu Obama mendengar pernyataan yang simpang siur.

Urungnya Mubarak mundur malam itu telah menyebabkan Hussein Badrawi, sekretaris jenderal Partai Demokratik Nasional, partai berkuasa, memutuskan mundur pada Jumat. Dialah orang pertama yang membocorkan kabar Mubarak akan mundur malam itu. Badrawi mengaku kaget karena ia tahu persis beberapa jam sebelumnya Mubarak telah memenuhi desakan militer agar meletakkan jabatan. Menteri Informasi pun mundur pada Sabtu.

Tak cuma Badrawi yang kaget, dewan tertinggi militer yang telah mengeluarkan “Komunike Nomor 1” yang berarti mereka mendesak mundur Mubarak, juga terkejut. Esoknya, Jumat pagi, para petinggi militer itu kembali menemui Mubarak dan meminta sang diktator mundur saat itu juga. Mubarak pun menyingkir ke kota peristirahatan Sharm El-Sheikh Jumat siang. Dan Omar Suleiman secara resmi mengumumkan pengunduran diri Mubarak Jumat sore.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Mengharukan, 5 Tahun Tak bersua, Singa ini Peluk Cium Perawatnya

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*