Testimoni Antasari, Tantangan Baru DPR

Antasari azhar – inilah.com

INILAH.COM, Jakarta – Testimoni mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar tentang kasus Century menimbulkan pertanyaan publik apakah Presiden berbohong? Inilah tantangan baru DPR di kasus Century.

Munculnya pertanyaan publik ini dikait-kaitkan dengan beberapa peristiwa sebelumnya dalam kaitan kasus Century. Saat pidato merespons hasil panitia angket Century DPR, presiden menyebutkan ketika dilakukan pengambilan keputusan bailout Century dirinya tidak berada di Jakarta.

“Pada saat keputusan tentang penyelamatan Bank Century ditetapkan, saya sendiri pada waktu yang sama sedang menjalankan tugas kenegaraan di luar negeri yaitu menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Amerika Serikat, serta APEC Summit di Peru,” kata Presiden SBY, Kamis (4/3/2010).

Pernyataan Presiden SBY itu ingin mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui proses bailout Bank Century. Namun, kemudian muncul salinan tiga pucuk surat dari bekas Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sebagaimana kopi surat Sri Mulyani kepada Presiden SBY yang diterima INILAH.COM sedikitnya terdapat tiga surat. Pertama surat tertanggal 25 November 2008 nomor s-01:KSSK.01/2008. Dalam surat yang tertulis sifatnya “sangat rahasia/segera” itu, Sri Mulyani dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan empat poin. Di samping itu, Sri Mulyani juga melampirkan notulen rapat KSSK tertanggal 21 November 2008.

Surat berikutnya yang dikirimkan Menkeu/Ketua KSSK Sri Mulyani kepada Presiden SBY tertanggal 4 Februari 2009 dengan nomor surat SR-02/KSSK.01/II/2009. Sama dengan surat pertama, surat ini sifatnya juga rahasia yang berisi laporan perkembangan penanganan PT Bank Century. Menariknya di poin pertama surat ini, Sri Mulyani mengawali dengan tulisan “Sebagaimana Bapak Presiden Maklum”.

Baca Juga :  Insiden Senayan - "PEMAIN KE 12 PSSI)

Adapun di surat ketiga yang dikirimkan Sri Mulyani kepada Presiden SBY tertanggal 29 Agustus 2009 dengan nomor surat SR-37/MK.01/2009. Lagi-lagi surat ini sama dengan dua surat sebelumnya yang bersifat sangat rahasia/sangat segera, ihwal penanganan PT Bank Century. Sama dengan surat kedua, Sri Mulyani mengawali dalam suratnya dengan kata “Sebagaimana Bapak Presiden Maklum”.

Kemudian muncul testimoni Antasari, sebagaimana ditayangkan di program Metro Realitas di Stasiun Televisi Metro TV yang menyebutkan, menjelang proses bailout Bank Century, Presiden SBY yang memimpin rapat penyelamatan Bank Century. Entah mana yang benar dan siapa yang berbohong dalam kasus Century ini.

Anggota Tim Pengawas Century dari Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menilai testimoni Antasari itu menguatkan indikasi Presiden tidak sekadar mengetahui bailout Century. “Tapi (Presiden SBY) membuka jalan. Karena setelah itu ada Perppu No. 4 Tahun 2008. Ini yang belakangan disebut Susno (mantan Kabareskrim Susno Duadji) sebagai Perppu sapu jagad,” ujar Hendrwan.

Skandal Century hingga dua tahun pasca-angket Century belum jelas ujung pangkalnya. Proses hukum kasus Century yang tengah ditangani KPK juga terkesan jalan di tempat.

Testimoni Antasari ini seolah menjadi tantangan DPR untuk menyelesaikan skandal Century melalui jalur politik yakni Hak Menyatakan Pendapat (HMP). Langkah ini untuk menguji apakah Presiden SBY berbohong atau tidak.

Anggota Timwas Century dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menuturkan mantan Presiden AS Richard Nixon bisa mengatakan apa saja tentang motivasi dalam kasus Watergate. “Namun bagi masyarakat Amerika isunya bukan motivasi, tapi karena Nixon berbohong,” kata Bambang seraya menyebutkan Nixon mundur dari Presiden bukan karena perang melawan Vietnam namun karena pernyataannya yang berbohong. [mdr]

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Presiden: Kasus Irjen DS Ditangani KPK

3 Komentar

  1. pak antasari…..perbanyak minta ampun sama Allah…..kasus anda yang paling berat cum masalah perempuan itu…..tapi anda merasa dizholimi….mengadulah sama Allah….insya Allah …..yang Maha Kuasa pasti membantu anda….tawakkal saja dan sabar…..

  2. Skandal Bailout Bank Century Terungkap, Bagaimana Peran SBY?

    Berawal dari testemoni mantan Ketua KPK,Antasari Azhar bahwa skandal bailout tersebut memang bisa menjerat para pejabat tinggi negara .Karena SBY memimpin sendiri pertemuan distana Oktober 2008 yang membahas bailout pencairan dana sebesar 6,7 trilyun bagi Bank Century .Menurut Antasari Azhar ,bahwa ia diundang ke istana untuk membahas soal-soal bailout tersebut. Pertemuan yang dipimpin langsung SBY itu di hadiri juga Kapolri Bambang Hendarso Danuri,Hendarman Supandi(Jaksa Agung),Mensesneg Hatta Rajasa,Menkeu Sri Mulyani ,Jubir Presiden Andi malarangeng dan Staf khusus Denny Indrayana.Hasil pertemuan tersebut kemudian yang menyebabkan teralisasikannya bailout dana 6,7 trilyun ke pundi-pundi Bank Century.

    Jadi tidak benar sama sekali sekiranya SBY dalam pidatonya tanggal 4 Maret tahun 2010 mengatakan “sekali lagi ,disaat pengambilan keputusan (bailout)itu,Saya sedang berada di luar negeri.Saya memang tidak di mintai keputusan dan arahan .Saya juga tidak memberikan intruksi atas pengambilan kebijakan tentang ikhwal itu ,antara lain karena pengambilan keputusan KSSK berdasarkan Perpu No.4/2008 memang tidak perlu melibatkan presiden “ucap Misbakhun mengutip pidato SBY.

    Namun bagaimana jika dihadapkan dengan surat-surat laporan Sri Mulyani sebagai Ketua KSSK terkait bailout bank Century, kelihatannya terindikasi suatu jaringan konspirasi yang hendak menutup-nutupi suatu kebohongan dengan kemasan yang sistemik.Menurut Misbakhun diantara surat-surat Ketua KSSK kepada Presiden adalah sebagai berikut,pertama :S-01 /KSSK.01/2008 tanggal 25 November 2008. Kedua,SR 02 /KSSK/ 001/2009 tanggal 4 Februari 2009 dan SR -36/KMK 01/2009 tanggal 29 Agustus 2009.

    Menurut mantan anggota DPR dari PKS tersebut ,bahwa dalam surat-menyurat laporan Sri Mulyani kepada Presiden itu terdapat ketidaklaziman dalam mekanisme surat-menyurat antara seorang menteri kepada pimpinannya,presiden.Dalam surat itu ,misalnya imbuhnya termuat penggunaan frasa yang tidak biasa dilakukan dalam surat menyurat resmi Presiden,ujarnya pula .Misbakhun yang baru bebas dari Cipinang itu memberikan contoh “frasa”itu”sebagaimana bapak Presiden maklum”ujar Misbakhun lagi.

    Selanjutnya dalam telekonferenci tanggal 13 November 2008 mulai pukul 22.05 wib sampai pukul 23,59 wib antara KSSK di Jakarta dengan Sri Mulyai yang berada di negeri Paman Sam,yang sangat jelas dan amat gamblang bahwa Sri Mulyani melaporkan kepada Presiden perihal bailout Bank Century tersebut. Oleh sebab itu berdasarkan data dan fakta yang ada,maka sulit diingkari bahwa peran presiden Susilo Bambang Yudoyono(SBY)dalam proses bailout tersebut.

    Sekarang tergantung kepada KPK berani enggak untuk mengusut skandal bailout Bank Century ,karena akan melibatkan beberapa pejabat tinggi negara yang di Indonesia terkesan”kebal”hukum.Skandal bailout Bank Century perlu dituntaskan,dan siapapun yang terlibat perlu mendapatkan hukuman setimpal.Karena dalam pandangan hukum semuanya sama,yang harus ditegakkan secara adil.

  3. Skenario Politik Dibalik Kasus Century

    Yang berperan penting di kasus Century adalah semua tokoh Neoliberalisme yang diketuai Sri Mulyani, Boediono ( eks Gubernur BI ) serta pemilik Bank Robert Tantular.Tetapi dibalik semua itu ada tokoh besar dibelakang mereka.

    Beberapa pengamat ekonomi mengatakan berdasarkan audit Bank Century yaitu dana dari Pihak Ketiga ( nasabah ) adalah sebesar 9,2 Triliun sedangkan dana asset ketika akan disuntikkan tambahan modal yaitu 5,2 Triliun.Tetapi yang menjadi pertanyaan, kenapa bisa sampai 6,7 Triliun padahal selisihnya hanya 4 Triliun.
    Kalau memang Century tidak bisa dipertahankan, sebenarnya tidak akan menjadi sumber krisis bagi bank lain atau kata orang BI bersifat Systematis.

    Tetapi ada kepentingan yang sangat besar dibalik itu, sehingga semua menjalankan meski diluar prosedur.Lebih aneh lagi kata Menteri Keuangan Sri Mulyani telah melaporkan ke Bp. Jusuf Kalla pertanggal 22 November 2008, padahal itu hari Sabtu.

    Menurut catatan di agenda pertemuan Bp. Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa hari Sabtu adalah hari libur serta pengakuan jujur Bp. Jusuf Kalla, Sri Mulyani baru melaporkan tanggal 24 November 2009.Tetapi dana rakyat Indonesia telah dicairkan untuk Century.

    Kalau diurut berdasarkan kejadian demi kejadian, apalagi pada waktu itu bertepatan akan diadakannya PEMILIHAN PRESIDEN yang membutuhkan dana milyaran rupiah.Jadi bukanlah hal mustahil apabila ada tokoh politik yang terlibat, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan karena kasus ini masih dalam penyelidikan Bank Indonesia, BPK dan lainnya.

    Apakah kasus ini akan di SP3 kan juga nantinya, mengingat semua tokoh yang terlibat didalamnya telah menjadi petinggi di Indonesia.
    Believe it or not,.. kasus ini akan tenggelam begitu saja nantinya atau tetap di LANJUTKAN,……..

    Sumber: h+ttp://umum(dot)kompasiana(dot)com/2009/09/04/skenario-politik-dibalik-kasus-century/

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*