Tetap Gunakan Windows XP, Pemerintah Ramai-ramai Bayar Microsoft

VIVAnews – Microsoft memang telah mengakhiri dukungan sistem operasi Windows XP yang telah berusia 13 tahun. Perusahaan asal Redmont Washington itu pun tak bertanggung jawab bila perangkat komputasi yang masih menggunakan Windows XP terserang virus dan diretas pencuri data.

Namun, pemerintah Belanda dan Inggris buru-buru sudah sepakat dengan Microsoft pada pekan lalu, agar tetap mendapatkan dukungan sistem operasi itu. Permintaan kedua pemerintah itu bukan tanpa alasan, banyak perangkat pemerintahan mereka masih menggunakan Windows XP.

Melansir Arc Technica, Selasa 8 April 2014, kedua pemerintah itu rela membayar kepada Microsoft demi tujuan itu. Pemerintah Inggris mengeluarkan dana US$9,1 juta atau Rp102,2 miliar agar Microsoft tetap mendukung Windows XP, Office 2003, dan Exchange 2003. Diketahui perangkat sektor publik Inggris masih menggunakan sistem operasi tersebut.

Sementara itu, pemerintah Belanda menggelontorkan beberapa juta euro atau sekitar miliaran rupiah agar 30 ribu komputer yang menjalankan Windows XP tetap mendapat dukungan dari Microsoft.

Direktur Komersial Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Badan Pendanaan Perdagangan Pemerintah Inggris (CCS), dikutip laman Computerweekly, menyebutkan kontrak tersebut telah menyelamatkan sekurangnya 20 juta euro atau setara Rp375,4 miliar.

Nilai tersebut, kata Hurrell, tidak mungkin dipenuhi oleh tiap organisasi jika diminta membayar secara terpisah.

“Jadi, hal ini memungkinkan kami untuk memiliki kesinambungan organisasi sektor publik yang memenuhi syarat seperti mereka yang bermigrasi ke sistem operasi lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Mega Bazaar Computer 2011 Gemscool Gelar Adu Free Style

Sementara itu, laman Belanda, Dutchnews, melaporkan seluruh perangkat pemerintahan Belanda, dijadwalkan akan beralih ke sistem operasi terbaru pada Januari tahun depan. Saat ini, dua dari lima dewan lokal di Belanda masih menggunakan Windows XP dan perjanjian itu belum mencakup hal itu.

Nilai kesepakatan itu memang sangat kecil dibanding pemerintah AS yang juga membayar demi mendapatkan dukungan yang sama pada ratusan ribu sistem komputasi yang menjalankan Windows XP.

Saat ini, komputer pada banyak rumah sakit di Amerika Serikat tercatat masih menggunakan Windows XP, misalnya pada perangkat workstation dan perangkat kesehatan. (art)

© VIVA.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*