Tiang Listrik Tidak Ada – Puluhan Warga di Sosa Kurang Nikmati PLN

Kurang Nikmati Kabel listrik di Desa Hutaraja Lamo terlihat disangkutkan pada batang pohon sawit. Akibat kurangnya tiang listrik ke desa ini, puluhan warga di desa ini kurang menikmati PLN. (medanbisnis/maulana syafii.)

Sosa. Lima puluhan unit rumah warga dan sarana ibadah serta sarana pendidikan di Desa Hutaraja Lamo, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas), hingga saat ini kurang menikmati listrik PLN. Pasalnya, sejak PLN masuk ke desa ini, sampai hari ini PLN belum menambah tiang listrik maupun gardu untuk memenuhi kebutuhan arus listrik PLN bagi warga setempat.
“Akibatnya, warga di sini yang rata-rata memasang kapasitas arus listrik 900 watt sampai 1.500 watt, kurang menikmati fasilitas listrik negara ini. Siang hari aja, arus listrik yang masuk ke rumah kami tidak mampu menarik arus kulkas, kulkas pun kurang dingin,” ujar Warsono warga Desa Hutaraja Lamo kepada MedanBisnis, Kamis (23/7).

Dikatakan, tahun lalu, persoalan ini sudah pernah disampaikan kepada pihak PLN, petugas PLN sudah turun dan melakukan penebangan pohon milik warga untuk areal pendirian tiang listrik PLN. Namun sampai kini belum ada realisasinya. “Padahal warga sudah merugi dengan ditumbangnya pohon-pohon kami, seperti rambutan, durian dan sebagainya, tapi kondisi PLN masih begini,” ujarnya.

Warsono menjelaskan seminggu yang ada kerusakan listrik di desa tersebut dan warga dipanggil, kemudian petugas PLN datang dan memperbaikinya. “Tapi, tetap saja perbaikan listrik dikenakan biaya,” tambah Warsono.

Kekecewaan yang sama juga diungkapkan Syarif Nasution, warga desa setempat. “Kerusakan listrik di desa kami sudah terjadi puluhan kali dalam setahun terakhir ini. Pernah juga kerusakan PLN sampai membakar kabel listrik, tetap saja biaya perbaikan dibebankan kepada warga. Warga dikutip sebesar Rp 120 ribu perkepala rumah tangga,” tegas Syarif.

Baca Juga :  Ruas jalan kabupaten menuju Gunungtua SM putus total

Baik Syarif maupun Warsono mengkhawatirkan kejadian lebih buruk lagi akan terjadi, misalnya kebaran rumah warga, akibat kurangnya tiang penyalur arus listrik ke rumah warga.

Menurut warga setempat, kondisi ini terjadi disebabkan kurangnya tiang listrik dan gardu listrik di desa itu. Sehingga kabel listrik PLN disalurkan dari satu rumah warga ke rumah warga lainnya. “Oleh warga, kabel listrik yang bergelantungan dipasang tiang dari bambu secara swadaya. Bahkan ada juga kabel listrik yang menempel pada batang pohon sawit. Inikan berbahaya bagi warga,” pungkas Syarif.

Sementara, Pardomuan Pane, Seksi Teknik Distribusi pada Kantor Jaga PLN Ujung Batu, Sosa, saat dihubungi mengatakan, dulu ada prolides, program listrik desa. Kondisi kebutuhan tiang listrik di Desa Hutaraja Lamo sudah digambar dan sebagian sudah dipasang tiang listrik dan penambahan trafo.

“Seharusnya memang, pada tahun lalu pemasangan tiang sudah sampai ke seluruh lokasi desa. Arsipnya sudah di tangan kontraktor. Tapi saya tidak tahu dimana kendalanya sehingga pemasangan tiang masih kurang,” katanya.

Dijelaskan, sesuai data prolides, jumlah pelanggan sudah terealisasi pada tahun 2014 lalu, pelaksanaannya sekitar 60%-70%, yang sudah dipasang kabel JTM (kabel tiga). Saat ini, seharusnya ada sebanyak 7-8 tiang listrik yang harus dipasang, mulai tiang terakhir sampai ke lokasi sekokah di Desa Hutaraja Lamo.

“Sesuai data tahn 2014 lalu, jumlah pelanggan ada 164 pelanggan, tapi 60%-70% sudah dipasang tiang listrik. Masih ada sekitar 30%-40% lagi pelanggan yang butuh pemasangan tiang listrik. Sekitar puluhan pelanggan, tapi pastinya dicatat lewat meteran listiknya agar tahu pasti jumlah pelanggannya. Masalah ini sudah dikordinasikan dengan pemerintah desa setempat,” sebut Pane.

Baca Juga :  Pemilu Kada Ulang Madina Digelar Maret Tahun Depan

Diakui Pane, soal seringnya terjadi persoalan kelistrikan PLN di desa ini dan sudah berulang kali pula petugas PLN melakukan perbaikan atas kerusakan listrik yang terjadi. “Saran saya kepada warga, agar prolides berupa penambahan tiang listrik dapat dilanjutkan, agar warga kembali menyurati pihak PLN,” ucap Pane.


(maulana syafii)-Medan Bisnis

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*