Tiap Harinya 50-100 Orang di Madina Berobat ke RS Akibat Kabut Asap

Kebakaran hutan melanda sejumlah tempat di Riau (Antara)

MADINA – Keberadaan kabut asap di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, imbas dari kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, mengakibatkan warga terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dalam sehari, ada 50 sampai 100 pasien berkunjung ke rumah sakit mengeluhkan penyakit tersebut.

Rumah Sakit Umum Panyabungan tiap harinya sejak sebulan terakhir, dibanjiri oleh warga yang mengeluh mengalami gangguan pernafasan seperti batuk, sesak nafas,  dan demam. Yang berobat pun dari beragam usia, mulai balita hingga lansia.

Orang tua seorang balita yang berobat di rumah sakit tersebut, Irwan, mengaku sudah melakukan antisipasi agar anaknya tidak terserang penyakit akibat kabut asap. Irwan mengurangi waktu mengajak anaknya ke luar rumah selama polusi udara akibat asap masih berlangsung.

“Tapi ya namanya balita, tetap saja rentan terhadap batuk, demam, sesak nafa, dan flu,” ujarnya di rumah sakit, Selasa (11/3/2014).

Kabupaten Mandailing Natal menjadi salah satu daerah yang mendapat kiriman kabut asap dari Provinsi Riau. Ini karena, letak geografis Madina tidak terpaut jauh dari wilayah provinsi tersebut.

Kebakaran hutan di Riau saban tahun terjadi sampai memakan waktu berbulan-bulan. Diduga, hutan sengaja dibakar oleh perorangan atau kelompok tak bertanggungjawab demi kelancaran membuka area hutan menjadi lahan perkebunan.

Baca Juga :  Ferguson Dipecat, De Laet Ditarik Pulang

Okezone.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Jika Pemerintah dan Pihak Keamanan tidak sanggup atau pura-pura tidak sanggup mengatasi pemodal, maka bersatulah rakyat untuk menghancurkan pemodal. Pepatah mengatakan “Rakyat bisa hidup tanpa uang, tapi pemodal tidak akan bisa hidup tanpa uang, Mana kesiapan keamanan yang kalau latihan semuanya siap dan tanggap, kalau HUT semua seakan-akan maha dasyat punya kekuatan meredam apapun masalahnya di ibu pertiwi ini, ternyata semua hanya ilusi dan mudah kalah dengan Pemodal. Alasan kebakaran karena ini dan itu hanya menunjukkan kepedulian untuk menghabiskan perkataan ditelan waktu yang sudah di makan perkataan, yang korban tetapkalh rakyat, sedangkan pemodal, penguasa dan keamanan hanya sibuk menunjukkan kepedulian….

    Ada cerita rakyat yang menggambarkan situasi ini:
    “Simoyong mengatakan dalam hatinya: Jika saya mau menanam sesuatu dihutan belantara yang berekhetar hekter dengan hutan yang harus bersih dan siap panen dalam jangka waktu beberapa minggu, saya hanya punya pilihan membersihkan dengan tangan manusia langsung, dengan tangan besi dan salah satu tangan kekuatan alam raya. Dan yang paling hemat buat Simoyong diputuskan untuk membakar semua lahan dengan api yang berkorabar-kobar ibarat mengandalkan kekuatan salah satu alam semesta ciptaanNya, dan akhirnya tanpa banyak biaya harapan itu tercapai dengan hanya beberapa saat…. Tangan manusia dipilihnya melalui Penguasa, Tangan besi dipilihnya untuk membuka jalan dan meratakan, tangan kekuatan alam raya, dipilihnya melalui mengobarkan Api dimana-mana… dan tanpa berpikir dampak kemana-mana, akhirnya?????? (horas, fs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*