Tidak Diperlukan Investasi HTI Dalam Rehabilitasi Kawasan Hutana Oleh PT. Sumatera Sylva Lestari Sebab Tidak Menjalankan Amanah Menjaga Aset Negara DI Bumi Padanglawas Sumut

Oleh  :  Hutatoruan Hasibuan *)

Semakin lama kita bermukim disebuah tempat/daerah akan semakin banyak yang dikenal,dikenang dan makin banyak masyarakat yang mengenal dan mencintai kita bukan sebaliknya semakin lama kita bermukim disebuah daerah/lokasi semakin banyak/luas masalah yang muncul/timbul. 

%name Tidak Diperlukan Investasi HTI Dalam Rehabilitasi Kawasan Hutana Oleh PT. Sumatera Sylva Lestari Sebab Tidak Menjalankan Amanah Menjaga Aset Negara DI Bumi Padanglawas Sumut

Investasi  tak  bermanfaat  bila tidak dimanage dengan baik ini diakibatkan oleh   Pembiaran  komplik yang amat lama dan  Penanganan  Klaim yang tidak  serius serta tuntas.

Padanglawas adalah satu daerah yang amat luas sehingga menjadi 2(dua) Kabupaten yaitu Kabupaten Padanglawas dan Kabupaten Padanglawas Utara,penduduknya juga ramah,beradat,beradap terbuka dan tidak alergi dengan pendatang jadi boleh dikatakan bergaul dan dapat menerima perubahan yang baik dari pendatang.Pendekatan atau sentuhan yang dilakukan yaitu : Pendekatan sentuhan Adat, Agama, Ekonomi, Pendekatan pada umumnya mudah diikat Adat Kekeluargaan dan Agama.

 PT.Sumatera Sylva Lestari yang sudah ada 15 Maret 2001,Pada tahun Kesebelas(11) yang menuju tahun ke dua belas(12) tidak  bisa bercengkrama dengan masyarakat Padanglawas, karena tidak bisa hidup berdamping, malah saling intip mengintip tentang lahan/areal untuk diusahai/dikelola,perusahaan sebagai pendatang seharusnya mengetahui dan mempelajari pendekatan-pendekatan yang dapat  dilakukan ditengah masyarakat Padanglawas,

Masyarakat Padanglawas baik Masyarakat Pemerintahan Kabupaten Padanglawas maupun Pemerintahan Kabupaten Padanglawas Utara sudah sangat sulit menerima keberadaan Perusahaan PT.Sumatera Sylva Lestari  yang  juga sama dengan PT.SRL mengingat sudah sekian lama belum ada yang dibuat perusahaan yang dapat dibanggakan jadi artinya Pendekatan yang dilakukan Tidak terbukti  berhasil dengan banyaknya klaim/pertentangan kepentingan yang dilakukan baik itu pengklaiman areal,perambahan hutan,pendudukan hutan/lahan dan penebangan liar;tumpang tindih areal serta rusaknya Reparian dan atau Green Belt.

Penebangan yang dituduhkan oleh Perusahaan dilakukan oleh masyarakat  dan Koperasi atau PT yang bergerak dibidang Kebun Sawit dan Kebun Karet  selama ini terus berjalan. Bila memang Perusahaan mempunyai SK Nomor 82/Kpts-II/2001  di konsesinya dan ada keseriusan SEHARUSNYA tidak dibiarkan dan dibuat  tindakan untuk itu yang jelas,tidak membiarkan Aset Negara yang diamanahkan kepadanya dibiarkan tidak terurus atau hancur sebaliknya bila Penebangan yang dilakukan masyarakat  adalah lahan/arealnya  segera dikembalikan jangan tidak dikembalikan.

Apabila perusahan masih melakukan Pembiaran,Ketidak pedulian dan malah menyalahkan  Pemerintah tidak menanganinya baik itu Kehutanan atau POLISI  dan juga PEMKAB.seyogiaya Kehutanan mengambil langkah Tegas untuk menanganinya.Luasnya areal klaim yang dilakukan oleh masyarakat at dan koperasi atau PT.yang bergerak dibidang Perkebunan Karet dan Sawit karena tidak dilakukan upaya penanganannya dan pembiaran yang  sudah lama ini akan membuat  areal rambahan atau yang diusahai semakin tambah luas dan Pemerintah akan semakin sulit menanganinya termasuk waktu penanganan,biaya penanganan peruntukan lahan dan nilai sosial dan ekonomi yang akan timbul termasuk CITRA Pemerintah dalam penyelesaian kasus akan diuji disana.

Baca Juga :  Jembatan Aek Botung Dibangun - Buka Keterisoliran Warga Sihulambu

Menurut info yang diterima dan dapat dipertanggungjawabkan bahwa Perusahaan sudah melakukan Pembiaran Mulai bulan  Mei tahun 2001 yang mana secara otomatis masyarakat  dan Koperasi dan PT.yang bergerak dibidang Karet dan Sawit  menganggap bahwa lahan tersebut sudah jadi miliknya.

Sering menjadi Pertanyaan Kawasan hutan mana yang direhabilitasi oleh PT.Sumatera Sylva Lestari di Bumi Padanglawas atau sebaliknya ikut merusak hutan dengan melakukan pembiaran dan tidak menangani dengan serius penanganan Klaim dan komplik sosial lainnya,Perusahaan  selalu berpedoman pada orientasi Bisnis atau keuntungan semata dapat dilihat dari banyaknya reparian yang rusak,penataan dari erosi tidak ada,tidak dibuatnya KORIDOR SATWA.minimnya Tenaga Pengaman Hutan baik Satuan Pengamanan maupun Satuan Pemadam Kebakaran termasuk keahliannya sangat diragukan MENJALANKAN AMANAH UNTUK MENJAGA ASET NEGARA ini menimbulkan pertanyaan “Bagaimana merubah nasi yang sudah jadi bubur basi???

Merehab sesuatu areal/lahan itu juga merupakan amanah yang diberikan Pemerintah Kepada Perusahaan,amanah ini kiranya juga dimaknai sejauh mana manfatnya baik terhadap lahan yang dikelola,lingkungan,masyarakat seputar,Pemerintahannya baik Desa,Kecamatan dan Kabupaten.Mengingat masyarakat adalah Masyarakat  yang  Agraris pada umumnya tentu membutuhkan lahan/areal yang  akan diusahai,Keseimbangan ini seharusnya yang dimanage oleh Pemerintah,mana untuk Rakyat dan mana untuk Perusahaan/Pengusaha.Ketimpangan dalam meletakkan/memutuskan ini akan menimbulkan efek/dampak yang  panjang,lama dan serius dan bahkan Pemerintah dipertanyakan Pro Rakyat atau Pro Pengusaha.

Investasi yang dilakukan akan bermanfaat  bila menyentuh masyarakat  sekitar Hutan dan juga manfaat untuk Daerah terasa kehadirannya dirindukan karena telah terjalin pendekatan dengan Adat,Agama dan kekeluargaan.,bila ini semuanya diabaikan pasti yang selama ini kita harapkan untung/benefit  akan datang rugi atau kerugian yang dengan nilai ekonomis tetapi ikut pula kerugian yang tak ternilai seperti kerugian tidak dipercayai,tidak di ijinkan berusaha lagi dan dikatakan tidak ada rasa sosialnya,tidak dapat bergaul.Apakah Investasi yang dibuat atau dilakukan oleh PT.Sumatera Sylva Lestari dalam merehabilitasi Hutan, apa  ada manfaatnya untuk Masyarakat ??? Masyarakat secara spontan menjawab :”TIDAK ADA” sebaiknya Tinggalkan Bumi Padanglawas dan Kembalikan Tanah Kami itulah Suara nyaring terdengar dan juga suara dari para mahasiswa Executif Rekomendasikan agar PT.Sumatera Sylva Lestari segera meninggalkan Bumi Padanglawas.

Baca Juga :  Sejumlah Daerah Sumut Laporkan Kelangkaan BBM

Menurut Pengamatan Penulis :” TIDAK DIPERLUKAN INVESTASI  HTI  DALAM  REHABILITASI  KAWASAN  HUTAN  OLEH PT.SUMATERA SYLVA LESTARI SEBAB TIDAK MENJALANKAN AMANAH MENJAGA ASET NEGARA,bila amanah saja tidak dijalankan bagaimana dapat dipercaya,jadi timbul pertanyaan ada apa sebenarnya dengan Pemerintahan CQ Dinas kehutanan PALAS dan PALUTA apa tidak membuka mata dan telinga melihat ini atau sudah hilang rasa/mati rasa silahkan dimaknai agar ini menjadi sebuah renungan bagi Bapak angkatnya  Perusahaan yaitu kehutanan.

Kehutanan juga jangan alergi terhadap kritik dan komentar selama bisa menerima kritik dan komentar pasti akan ada niat untuk perbaikan baik itu personil maupun perbaikan di institusinya.Masyarakat kita sudah semakin pandai dan kritis membaca situasi dan kondisi jadi jangan Tunggu People Power , Mahasiswa,Para Legislatif dan anak rantau angkat bicara,untuk  Kehutanan diambil langkah maju perbaikan ditubuh kehutanan,kalau PT. SSL dan PT. SRL masyarakat akan berteriak BIARKAN itu Hengkang/Keluar dan angkat kaki Jangan bertahan lagi di tanah kami di bumi Padanglawas ini.

Padanglawas, 13-01-07

*) Hutatoruan Hasibuan, adalah Penulis dan Pemerhati HTI dan Sosial Masyarakat yg berdomisili di Padanglawas, Binaga Unterudang Kecamatan Barumun Tengah

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*