Tidak Sanggup Bayar Persalinan, Ibu dan Bayinya Disandera RS di Medan

Medan – Akibat tidak sanggup membayar biaya persalinan, Evi Hailani dan bayinya yang masih berusia 8 hari, disandera pihak Rumah Sakit (RS) Bahagia, Jl Bahagia By Pass Medan hingga Senin (7/3/2011) malam. Pihak rumah sakit tidak mengizinkan Evi membawa bayinya pulang ke rumahnya di Jl Air Bersih, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara (Sumut), sebelum membayar lunas biaya persalinan.

Penyanderaan terjadi setelah Evi melahirkan bayi pertamanya melalui operasi caesar, Minggu (27/2/2011) lalu. Tiga hari setelah menlahirkan, pihak rumah sakit meminta biaya operasi persalinan sebesar Rp 3.2 juta. Namun keluarga Evi tidak memiliki uang cukup.

Untuk mengantisipasi Evi membawa anaknya keluar secara diam-diam, pihak rumah sakit sempat memasang palang besi di depan ruang inap Evi.

Tragis, biaya perawatan Evi dan bayinya terus membengkak menjadi Rp 3,5 juta karena dikenakan biaya kamar. Biaya itu akan terus bertambah hingga Evi melunasi biaya operasi dan keluar dari rumah sakit.

Menurut Evi, pihak keluarga telah meminta kemudahan kepada pihak RS Bahagia dengan cara mencicil, namun manajemen menolak dengan alasan tidak ada jaminan apa pun.

“Kami sudah minta keringanan membayar biaya persalinan dengan cara mencicil, namun pihak rumahsakit menolak. Bagaimana kami bisa bayar, uang kami tidak ada,” kata Evi.

Ayah sang bayi, Rusli berharap, pihak rumah sakit mengizinkan istri dan anaknya pulang ke rumah secepatnya, karena tidak sanggup membayar uang kamar dan perawatan lainnya yang terus membengkak tiap hari.

Baca Juga :  Madina dan Nias Segera Miliki Bandara

“Tidak ada yang bisa kami buat jadi jaminan. Apa pun kami tidak punya. Kerja saya hanya mocok-mocok. Kadang kerja, kadang nganggur,” kata Rusli sedih.

Sementara pihak RS Bahagia sendiri enggan memberikan komentar dengan dalih pengelola rumah sakit sedang berda diluar kota. Namun dokter yang melakukan perawatan, Aidil mengatakan, Evi dan bayinya dalam kondisi sehat.

“Ibu dan bayinya sehat. Tapi soal penahanan pasien yang belum membayar biaya perawatan, saya tidak mau berkomentar. Langsung saja kepada pengelola rumah sakit,” kata Aidil. (detik.com)

(rul/her)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*