Tiga Desa di Sosa PALAS Terisolir

WASPADA ONLINE

SIBUHUAN – Tiga desa dan tiga anak desa di seberang sungai Sosa kecamatan Sosa kabupaten Padang Lawas terisolir, akibat titi gantung (rambin) Tiga Serangkai Handio hanyut.

Kepala desa Bonan Dolok, Rapotan Nasution (37), tadi pagi, mengatakan rambin  dibangun pada 2004 dan hanya digunakan tidak sampai dua tahun.

Rambin sepanjang 125 meter  rusak dan hanyut di  awal 2006 saat sungai meluap. Daya tahan bangunan diduga tidak kuat menahan derasnya luapan sungai akibat pondasi tidak memakai besi beton.

Kerusakan itu menyebabkan desa Handio, Mandian, Bonan Dolok dan tiga komplek anak desa Trans Bangdes terisolir dari daerah luar.

Selain itu saat musim banjir  tiba, harga kebutuhan melambung karena biaya untuk menyeberangkan barang dan sembako mencapai Rp10.000 per karung.

Lebih memprihatinkan lagi, katanya, sedikitnya 210 pelajar SMP dan SMA terpaksa diliburkan hingga seminggu saat sungai meluap. Karena tidak bisa menyebarang sebelum luapan sungai surut. Sementara sekolah di kawasan  yang didiami sedikitnya 800 KK itu hanya SDN Tiga Serangk.

“Bagi siswa yang terlambat pulang atau sungai meluap saat mereka di sekolah, terpaksa menginap di Desa Horuon hingga sungai surut,” ujarnya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Warga Palas Diimbau Tidak Bakar Lahan Perkebunan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*