Tiga Jam Antre, Mitan Tak Masuk, Warga Rimba Soping & Pemilik Pangkalan Kecewa

Illustrasi

Sejumlah warga Desa Rimba Soping, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Angkola Julu, Kota Psp, sangat kecewa karena minyak tanah (mitan) tidak jadi masuk ke pangkalan di desa mereka, Rabu (22/9). Padahal, warga sebelumnya sudah menunggu dan ikut antrean selama tiga jam lebih untuk mendapatkan mitan tersebut.

Pantauan METRO, sejumlah warga Rimba Soping sejak Lebaran lalu, sangat kesulitan memeroleh minyak tanah karena ketiadaan pasokan di pangkalan. Kondisi tersebut terlihat saat masyarakat menunggu dan ikut mengantre di pangkalan mitan milik Eva Meliana Siregar dengan SIUP NO.150/590/SIUP/PK/2007 yang ada di Desa Rimba Soping, Rabu (22/9). Sebab biasanya pada setiap hari Rabu dalam setiap minggunya, mitan selalu masuk ke pangkalan itu.

Namun warga merasa kecewa setelah mengetahui mitan tidak jadi masuk ke pangkalan tersebut. Padahal menurut warga, sejak pukul 13.00 WIB, mereka sudah menunggu masuknya mitan. Namun setelah ditunggu hingga pukul 16.30 WIB, mitan tidak juga datang maka warga sekitar membubarkan diri. “Kami sudah sejak Lebaran tak pernah dapat mitan dari pangkalan. Kita membeli mitan di pangkalan sekitar Rp3.500 per liter. Tapi jika beli di kedai mencapai Rp5 ribu per liter,” kata Moga Luddin Harahap (35), salah seorang warga yang sedang menunggu mitan di pangkalan tersebut kepada wartawan, Rabu (22/9).

Para pengecer mitan juga terlihat kecewa ketika mengetahui mitan tidak jadi masuk. Para pengecer langsung menyusun jeriken ketika mengetahui mitan tidak masuk dan langsung pulang dengan menggunakan kendaraan becak. “Mitan tak jadi datang. Kami tak tahu, kata pemilik pangkalan ada masalah. Katanya, mitan yang seharusnya ke pangkalan ini dialihkan ke pangkalan lain,” ujar salah seorang pengecer, R Hutagalung (48).

Baca Juga :  Mobil Dinas Bupati Tapsel Dilapor ke Kejati Sumut

Salah seorang warga lainnya, S Harahap (39), mengungkapkan, sejak beberapa hari lalu dirinya sudah mencari mitan ke wilayah tetangga. Namun menurutnya, kondisinya juga sama di mana mitan tetap sulit didapatkan. Harahap hanya berharap pemerintah agar segera mengatasi kesulitan warga. Sebab, jika tidak masyarakat akan kesulitan untuk memasak.

Diungkapkannya, hampir seluruh masyarakat yang ada di daerah tersebut menjadikan mitan untuk keperluan memasak.

Sementara itu, Meliana Siregar, pemilik pangkalan kepada wartawan mengungkapkan, sulitnya mitan didapatkan di daerah tersebut karena diduga pihak agen sengaja mengalihkannya ke daerah lain. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan oleh Pertamina, Rabu dan Selasa merupakan jadwal penyaluran mitan ke pangkalan miliknya di Desa Rimba Soping. Namun, sampai saat ini mitan tersebut belum kunjung datang. Diutarakan Meliana, jatah mitan untuk pangkalannya sebanyak 30 ton setiap bulannya, atau selama 6 kali masuk dalam sebulan yakni pada hari Selada dan Rabu. “Ini terjadi kami menduga oknum agen mengalihkan jatah mitan kami ke daerah lain, dan kami sempat menahan mobil pengangkut jatah mitan tersebut untuk dialihkan ke daerah lain, dan sekarang masih tertahan di depan Hotel Sitamiang,” tuturnya.

Dijelaskan Meliana lagi, dirinya akan membuat pengaduan tertulis kepada DPRD Psp, dan juga Pemko Psp, Kamis (23/9), terkait pemasalahan yang dihadapinya. Sebab warga sekitar mendesak dirinya untuk segera menyalurkan mitan di pangkalannya, sedangkan mitan menurutnya diduga sudah dialihkan ke pangkalan lain.

Baca Juga :  TIURMAIDA

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Psp, Samakmur kepada wartawan, Rabu (22/9) mengungkapkan, saat ini pihaknya belum ada menerima laporan penyelewengan atau pengalihan mitan. Oleh karena itu, pihaknya menunggu pengaduan dari warga atau pemilik pangkalan agar bisa ditindaklanjuti

Ketua Fraksi Demokrat (FD) DPRD Psp, Khoiruddin Nasution kepada wartawan, Rabu (22/9) mengaku sangat menyesalkan kejadian itu. Menurutnya, pemerintah harus meningkatkan pengawasan penyaluran mitan.

Khoir meminta warga dan pangkalan untuk melaporkan kejadian ini ke DPRD agar permasalahan ini dapat diselesaikan.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Tiga_Jam_Antre_Mitan_Tak_Masuk_Warga_Rimba_Soping_Pemilik_Pangkalan_Kecewa

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*